Ilustrasi barang bukti OTT. KPK sita uang ratusan juta rupiah dalam OTT Bupati Indramayu. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mengamankan uang ratusan juta dalam operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Indramayu, di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Bupati Indramayu, Supendi dan empat orang lainnya pun kini tengah diperiksa intensif oleh penyidik KPK.
“Uang sekitar seratusan juta ikut diamankan, kini sedang dihitung,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (15/10).
Dalam operasi senyap tersebut, KPK turut mengamankan delapan orang. Sehingga, selain lima orang yang sedang diperiksa, ada tiga orang lainnya masih dalam perjalanan ke gedung KPK.
Mereka yang diamankan terdiri dari unsur bupati, ajudan, pegawai, rekanan, kepala Dinas dan beberapa pejabat dinas Pekerjaan Umum. KPK menduga, mereka yang diamankan terlibat transaksi suap terkait proyek di dinas PU.
“Ada dugaan transaksi terkait proyek di Dinas PU,” terang Mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW).
Hingga kini pihak yang diamankan tengah dalam pemeriksaan tim KPK. Lembaga antirasuah akan meningkatkan status pihak yang diamankan setelah menjalankan pemeriksaan dalam 1×24 jam.
“Sesuai KUHAP ada waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status hukum perkara ini dan orang-orang yang terkait. Nanti hasilnya akan dimpaikan melalui konferensi pers di KPK,” pungkasnya.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…
Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…
BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…
Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…
Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…
Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…