Categories: Nasional

Pilih Kabur dari Cina, Ahli Virus Klaim Corona Dimodifikasi di Wuhan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Seorang ahli virus asal Tiongkok memilih kabur dari negaranya untuk mengungkap fakta baru yang ditelitinya terkait virus Korona. Dia mengklaim memiliki bukti ilmiah bahwa virus Korona yang menyebabkan penyakit Covid-19 sebenarnya dimodifikasi di sebuah laboratorium di Wuhan, Tiongkok.

Ahli virus tersebut adalah Dr Li-Meng Yan. Dia berbicara dalam sebuah wawancara pada Jumat (11/9) lalu di acara talk show bertajuk Loose Women. Lokasinya sendiri masih dirahasiakan. Dr Yan disebut masih dalam persembunyian.

“Virus ini (virus Korona, red) bukan dari alam,” tegasnya seperti dilansir dari Science Time, Selasa (15/9/2020).

Dr Yan yang saat itu bekerja di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hongkong, diminta mempelajari sekumpulan kasus dari virus tak dikenal pada Desember 2019. Dia menjelaskan karena dia mendapat kedua gelar dari Cina, maka dia ditugaskan untuk menjadi bagian dari penyelidikan rahasia tentang apa yang dianggap sebagai jenis baru penyakit pneumonia.

Dia mengatakan hal itu setelah melaporkan temuannya kepada atasannya yang juga menjabat sebagai konsultan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sementara itu, baik atasannya maupun WHO tidak memberikan tanggapan dan justru memperingatkannya. 

“Jangan melewati batas dan diam,” ungkap Dr Yan menirukan peringatan dari atasannya.

Dikarenakan masalah tersebut mendesak, dia menghubungi YouTuber Tiongkok terkenal yang berbasis di Amerika Serikat. Dalam paparan berbahasa Tiongkok dijelaskan beberapa poin. Pertama, Pemerintah Tiongkok baru saja menemukan Covid-19. Kedua, sudah ada penularan penyakit dari manusia ke manusia. Ketiga, ada mutan yang tinggi, virus akan segera menjadi wabah. Keempat, pasar makanan laut di Wuhan dan inang perantara virus hanyalah tabir.

“Virus ini bukan dari alam. Ini berdasarkan China Military Institute dan memiliki beberapa virus Korona jahat bernama CC45 dan ZXC41. Berdasarkan itu dilakukan modifikasi di lab menjadi virus baru,” jelasnya.

Ketika pembawa acara Christine Lampard bertanya dari mana asal virus itu, Dr Yan menjawab bahwa virus itu dari laboratorium di Wuhan. Bahkan dikendalikan oleh pemerintah  Cina.

Sejak Januari, hingga dia harus melarikan diri dari Tiongkok pada April, ahli virologi tersebut mengaku terus mempelajari virus tersebut. Bekerja dengan sekelompok ilmuwan, Dr Yan berencana merilis laporannya tentang virus corona.

Untuk membuktikan secara meyakinkan bahwa virus tersebut memang berasal dari laboratorium Wuhan, laporan ilmiahnya akan memasukkan urutan genom virus. Dia menjelaskan bahwa urutan genom virus mirip dengan sidik jari pada manusia. Hal itu nantinya akan membuktikan alasan virus corona disebut berasal dari laboratorium Wuhan.

“Siapa saja, meski tidak memiliki pengetahuan biologi, dapat membacanya. Selain itu, dapat memeriksa serta mengidentifikasi dan memverifikasi sendiri. Ini adalah hal penting bagi kami untuk mengetahui asal mula virus, karena akan mengancam jiwa semua orang,” beber Dr Yan.

Ketika ditanya apakah dia khawatir akan keselamatannya karena telah mengatakan hal mengejutkan, Dr Yan mengatakan adalah hal yang wajar.

“Sejak awal, saya memutuskan untuk menyampaikan pesan ini kepada dunia. Sangat menakutkan saat itu tetapi saya tahu itulah yang harus saya lakukan karena saya adalah dokter. Saya ilmuwan,” pungkas Dr Yan. 

Sumber : JAWAPOS.COM

Editor : M ALI NURMAN

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Belasan Tahun Buron, Pelarian Koruptor Retribusi Terminal Barang Dumai Berakhir di Aceh

Mantan PNS Dumai Tengku Muhammad Nasir ditangkap di Aceh setelah belasan tahun menjadi buronan dalam…

32 menit ago

Wali Kota Pekanbaru Tegas, Sekolah Tak Boleh Lagi Tahan Ijazah karena Tunggakan

Pemko Pekanbaru membuka pengaduan bagi warga yang ijazah anaknya masih tertahan karena tunggakan biaya pendidikan.

2 jam ago

Sengketa Kebun Sawit di Tambusai Utara Memanas, 25 Warga Jadi Korban Penyerangan

Sengketa lahan sawit 2.000 hektare di Rohul kembali memanas. Warga membantah klaim mediasi Agrinas dan…

2 jam ago

Puluhan Siswa di Kampar Mendadak Mual dan Muntah Usai Makan Menu MBG

Sebanyak 81 siswa SMK 1 Tapung Hulu diduga keracunan usai menyantap makanan MBG. Sampel makanan…

3 jam ago

Kejari Pekanbaru Segera Gelar Perkara Kasus SPPD Fiktif, Ini yang Masih Ditunggu

Kasus dugaan SPPD fiktif dan makan minum Setwan Pekanbaru masih disidik. Lebih 100 saksi diperiksa…

22 jam ago

101 Koperasi Merah Putih di Meranti Sudah Dibentuk, Tapi Belum Satu Pun Beroperasi

Sebanyak 101 Koperasi Merah Putih telah terbentuk di Kepulauan Meranti, namun hingga Agustus 2026 belum…

22 jam ago