Categories: Nasional

DK PBB Tolak Perpanjangan Embargo Senjata Iran

NEW YORK (RIAUPOS.CO) – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dengan keras menolak resolusi Amerika Serikat untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran. Langkah tersebut dianggap bisa memberikan dampak besar bagi kesepakatan nuklir Iran.

Dalam pemungutan suara, hanya dua dari 15 anggota DK PBB yang mendukung usulan perpanjangan embargo senjata, yakni Amerika Serikat dan Republik Dominika.

Sementara semua sekutu AS termasuk Prancis, Jerman, dan Inggris justru abstain dalam pemungutan suara tersebut.

"Dalam 75 tahun sejarah PBB, Amerika tidak pernah begitu terisolasi. Terlepas dari semua perjalanan, tekanan, dan menjajakan, AS hanya bisa memobilisasi negara kecil (untuk satu suara, red) dengan mereka," tulis juru bicara Kemenlu Iran, Abbas Mousavi, melalui akun Twitter.

Rusia dan Cina sebagai rival AS menentang perpanjangan tersebut, yang akan berakhir pada 18 Oktober nanti. Berdasarkan kesepakatan yang dinegosiasikan oleh mantan Presiden Barack Obama, Iran berkomitmen untuk membatasi aktivitas pengembangan nuklir jika mendapat keringanan sanksi dan keuntungan lainnya.

"Kegagalan Dewan Keamanan untuk bertindak tegas dalam mempertahankan kedamaian dan keamanan internasional tidak bisa dimaafkan," kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP.

Sementara itu Indonesia tidak menentukan sikap dalam pemungutan suara tersebut. Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kementerian Luar Negeri RI Grata Endah Werdaningtyas, mengatakan, Indonesia mengambil posisi abstain karena menilai rancangan resolusi yang diajukan AS tidak sejalan dengan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) atau dikenal dengan kesepakatan nuklir Iran.

"Bagi Indonesia, implementasi Resolusi DK PBB 2231 dan JCPOA secara menyeluruh merupakan satu-satunya cara yang efektif dalam memastikan program nuklir Iran hanya untuk tujuan damai," kata Grata seperti mengutip Antara.

Duta besar PBB untuk Cina, Zhang Jun, mengatakan, hasil pemungutan suara menunjukkan bahwa uniteralisme tidak mendapat dukungan.

Setelah mendapat penolakan, AS akan menindaklanjuti langkahnya dengan secara sepihak memicu kembali semua sanksi PBB terhadap Iran dengan menggunakan ketentuan dalam perjanjian nuklir (snapback).

Presiden Donald Trump sudah menarik diri dari perjanjian tersebut pada 2018. Ia juga menjatuhi sanksi sepihak lewat sejumlah sanksi dan tekanan untuk membatasi langkah Teheran.

Duta Besar Iran untuk PBB, Majid Takht Ravanchi, memperingatkan AS agar tidak berusaha memicu pengembalian sanksi PBB terhadap Teheran.

Sumber: AFP/CNN/Antara/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

2 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

2 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

2 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

2 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

3 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

3 hari ago