kota-dumai-tingkatkan-keamanan-siber
DUMAI (RIAUPOS.CO) – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diakominfotiksan) Kota Dumai menggelar rapat bersama Tim Pelaksana IT Security Assessment (ITSA) oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Senin (13/6).
Rapat kick off ITSA ini dilakukan di ruang rapat Kantor Diskominfotiksan Kota Dumai yang dipimpin langsung oleh Kepala Diskominfotiksan Kota Dumai Drs H. Khairil Adli MSi.
Pengujian yang dilakukan oleh Tim Pelaksana ITSA ini berlangsung selama 5 hari, diawali dengan kick off meeting pada tanggal 13 Juni, dilanjutkan dengan pengujian selama 3 hari, dan diakhiri dengan paparan hasil di tanggal 17 Juni.
Dalam paparannya, Ketua Tim Pelaksana ITSA, Taufik Nurhidayat mengungkapkan ITSA merupakan pengujian terhadap pengamanan yang telah diterapkan pada aset milik pengguna untuk memastikan aset tersebut dapat digunakan dengan baik dan optimal demi tercapainya pemerintahan yang aman.
"Secara umum, Tim Pelaksana ITSA akan melakukan security testing, yaitu teknik yang digunakan untuk menemukan semua kemungkinan celah kerentanan dan kelemahan sistem yang mungkin mengakibatkan hilangnya informasi, pendapatan, reputasi dari pihak internal atau eksternal yang dapat menyebabkan kerugian bagi organisasi," tutur Taufik.
Lanjutnya, tujuan dari ITSA di antaranya yaitu memverifikasi kemungkinan penerobosan keamanan infrastruktur dari perspektif eksternal dari internet, mengetahui tingkat keamanan aplikasi (perspektif black-box dan grey-box) dan memberikan peringkat kerentanan berdasarkan tingkat ancaman, potensi kerugian, dan kemungkinan eksploitasi.
"Selain itu kita juga dapat mengetahui efektivitas sistem pendeteksi serangan dini, pencegahan dan kemampuan dalam penanganan insiden serta mengeksploitasi kerentanan dan memberikan bukti dari konsep terhadap kerentanan yang dapat dieksploitasi," katanya.
Sementara itu Kepala Diskominfotiksan Kota Dumai H Khairil Adli mengatakan untuk menyukseskan ITSA diperlukan penguatan sinergi dan kolaborasi berkelanjutan dan efektif antara BSSN, Diskominfo dan seluruh OPD dalam menerapkan keamanan siber.
"Karena peran persandian yang sangat kompleks, keamanan informasi menjadi salah satu aspek penting. Kebocoran informasi strategis tentunya sangat berpengaruh pada kinerja birokrasi dan tingkat keberhasilan pelaksanaan kebijakan pemerintah di berbagai bidang. Untuk itu, keamanan siber merupakan upaya yang mesti dilakukan secara berkelanjutan, untuk melindungi jaringan sistem dan semua data," pungkasnya.
Adapun, aplikasi yang akan diuji berdasarkan kesepakatan adalah website E-Office https://e-office.dumaikota.go.id/103.209.187.94, E-Absensi https://absensi.dumaikota.go.id/103.209.187.103, Web Dumai Kota https://web.dumaikota.go.id/ 103.209.187.75, dan PPID Kota Dumai https://ppid.dumaikota.go.id/103.209.187.75.(mx12/hen)
Laporan RPG, dumai
Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…
Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…
Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…
Pemkab Rohul menyiapkan anggaran Rp90,67 miliar untuk pembayaran gaji Juni, gaji ke-13 ASN, dan Siltap…
Sebanyak 40 bikers Honda dari berbagai komunitas mengikuti Safety Riding Regional Competition 2026 di Kampar…
RS Awal Bros Pekanbaru menerima penghargaan Menteri Kesehatan RI atas capaian layanan imunisasi program terbanyak…