Categories: Nasional

Mau Batuk Arahkan ke Bawah, karena Droplet Covid-19 Mirip Ledakan Bom Atom Mini

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Selama pandemi, penting untuk memakai masker dan menjaga jarak aman untuk menghindari droplet virus corona. Sebab ternyata droplet Covid-19 bisa melompat jauh.

Menurut para ilmuwan, partikel mikro tidak dapat dibedakan saat batuk atau bersin. Dan dapat bergerak lebih jauh dari yang dibayangkan. Sepanjang tahun, para ilmuwan telah memberi tahu seberapa jauh droplet batuk dan pilek dapat menyebar.

“Dalam sebagian besar analisis kami, prediksi yang dibuat oleh model kami menunjukkan bahwa tetesan terbesar secara konsisten melebihi rentang horizontal dua meter atau 6,5 kaki dari sumber sebelum jatuh ke tanah,” jelas ahli matematika Emiliano Renzi seperti dilansir dari Science Alert, Senin (14/12).

Dalam karya baru, Renzi dan siswa Adam Clarke memodelkan dinamika cairan awan ekspirasi yang dikeluarkan saat batuk dan bersin. Pasangan tersebut menemukan bahwa bentuk evolusi dari awan uap air yang dikeluarkan oleh penyemprot nosel sesuai dengan fenomena teoritis dalam fisika yang dikenal sebagai cincin pusaran apung. Model itu mencirikan turbulensi dan sirkulasi pusaran berbentuk torus dalam cairan atau gas.

Jenis dinamika yang sama terlihat dalam awan dari ledakan nuklir. Keberadaan hipotetisnya di sini menunjukkan bahwa partikel kecil yang berpotensi mengandung virus dalam batuk dan bersin dapat menjangkau lebih jauh daripada yang dsadari.

“Dalam beberapa kasus, tetesan lebih dari 3,5 meter (11,5 kaki) oleh pusaran apung, yang bertindak seperti bom atom mini,” kata Renzi.

Model juga menunjukkan bahwa tetesan yang lebih kecil dibawa ke atas oleh pusaran mini ini hanya membutuhkan beberapa detik untuk mencapai ketinggian 4 meter (13 kaki). Pada ketinggian ini, sistem ventilasi gedung akan mengganggu dinamika awan dan dapat terkontaminasi.

Dalam beberapa kasus, tetesan terkecil yang dipelajari (dengan diameter 30 mikrometer), yang lebih mudah didorong oleh turbulensi uap air. Droplet bahkan bisa mencapai ketinggian lebih dari 6 meter (hampir 20 kaki), dan tetap melayang di udara selama durasi simulasi.

“Untuk penyakit yang dapat ditularkan melalui inhalasi aerosol, hasil ini mulai menunjukkan sejauh mana tetesan dapat melakukan perjalanan dalam rentang waktu yang relatif singkat,” tulis para penulis dalam makalah mereka.

Singkatnya, memiringkan kepala ke bawah saat bersin atau batuk kemungkinan besar akan sangat mengurangi penyebaran tetesan ke atas dan ke seluruh ruangan di udara. Para peneliti mengakui bahwa model mereka didasarkan pada sejumlah asumsi matematis.Penemuan ini sudah dilaporkan dalam jurnal Physics of Fluids.

“Pedoman menyarankan batas jarak fisik dua meter mungkin tidak cukup untuk mencegah penularan langsung melalui tetesan ukuran besar,” kata Renzi.

“Kami merekomendasikan perubahan perilaku dan budaya untuk mengarahkan batuk ke tanah, selain memakai masker dan dapat membantu mengurangi risiko penularan langsung virus pernapasan jarak pendek,” katanya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Satpol PP Pekanbaru Tertibkan PKL di Jalan Protokol, Lapak Diangkut

Satpol PP Pekanbaru bongkar puluhan lapak PKL di jalan protokol karena melanggar aturan dan abaikan…

4 menit ago

BBM Langka, Harga Bahan Pokok di Pekanbaru Ikut Merangkak Naik

Harga sembako di Pekanbaru naik akibat BBM langka dan cuaca. Warga manfaatkan pasar murah untuk…

31 menit ago

Minim Marka Jalan, Keselamatan Pengendara di Kuansing Jadi Sorotan

Banyak ruas jalan di Kuansing minim marka dan rambu. Dishub akui keterbatasan anggaran, targetkan perbaikan…

38 menit ago

Diterjang Hujan dan Angin, Ikon “Pekanbaru Bertuah” Ambruk

Ikon Pekanbaru Bertuah roboh akibat hujan deras dan angin kencang. DLHK segera lakukan perbaikan usai…

55 menit ago

Polisi Ungkap Motif Keji Pembunuhan Dumaris, Dipicu Narkoba dan Foya-Foya

Pelaku curas pembunuhan di Pekanbaru sempat foya-foya di Medan usai beraksi. Polisi ungkap motif dipengaruhi…

21 jam ago

Pendidikan Belum Merata, Abu Bakar Soroti Digitalisasi dan Minimnya Pengawasan Pusat

Abu Bakar soroti kesenjangan pendidikan daerah dan dorong perubahan sistem serta respons cepat pemerintah di…

22 jam ago