Categories: Nasional

Komitmen Kemenkes Lindungi Nakes

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Jumlah dokter meninggal karena Covid-19 mencapai 115 orang. Kementerian Kesehatan menyatakan akan melindungi tenaga kesehatan (nakes).

93 tenaga kesehatan telah terverifikasi dan mendapatkan santunan serta penghargaan dari pemerintah atas segala jasa serta dedikasi yang diberikan kepada bangsa dan negara dengan realisasi anggaran sebesar Rp27.900.000.000 atau 46,5 persen. "Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 447 Tahun 2020 dan seluruhnya telah mendapatkan santunan kematian sebesar Rp300.000.000," kata Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir.

Sebagai garda terdepan, Kadir menilai tenaga kesehatan memiliki faktor risiko yang sangat tinggi terpapar Covid-19. "Faktor paparan virus, tekanan kerja yang terlalu berat, tidak kuatnya penggunaan APD, hingga kelelahan menjadi pemicu utama krisis kesehatan di lingkungan tenaga kesehatan," kata Kadir.

Sebagai upaya perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan serta meminimalisir angka kematian tenaga kesehatan yang menangangi Covid-19, Kementerian Kesehatan telah menyusun sejumlah kebijakan strategis. Kadir menyebutkan, salah satu di antaranya pembatasan jam kerja. "Saya minta laporan secara rutin. Kami punya aplikasi online untuk memantau," ucapnya.

Selain jam kerja, fasilitas kesehatan dan rumah sakit harus mencukupi keperluan APD. Tenaga kesehatan juga harus mendapat dukungan secara psikologis. Kebutuhan makanan tambahan, menurut Kadir, harus diberikan. Screening pasien pun harus diperketat. "Saya berharap berbagai kebijakan tersebut dapat diimplementasikan dengan baik oleh seluruh tenaga kesehatan dari pusat hingga daerah sebagai bentuk komitmen bersama untuk menempatkan keselamatan tenaga kesehatan sebagai prioritas yang berjalan seiring dengan keselamatan pasien," ucapnya.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Pasien (KNKP) Bambang Tutuko menyatakan bahwa dalam kode etik, dokter harus dalam kondisi sehat terlebih dahulu sebelum melindungi pasien. "Awal-awal saya kaget karena teman praktik saya meninggal karena Covid-19. Cari tempat saja sulit," ucapnya. Menurutnya, dari kesalahan yang terjadi harus ada upaya untuk memperbaiki.

Dia pun mendorong agar tenaga kesehatan mau bersuara. Terutama terkait ketidakadilan yang diterimanya. Sebab ini menjadi satu langkah untuk memperbaiki kondisi.(lyn/jpg)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

1 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

1 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

1 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

1 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

2 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

2 hari ago