Categories: Nasional

Warga AS Turun ke Jalan karena Politikus Diam

WASHINGTON DC (RIAUPOS.CO) – ’’Lindungi Manusia, Bukan Senjata.’’ Tulisan tersebut terpampang pada salah satu poster yang dibawa demonstran di dekat Monumen Washington, Sabtu (11/6). Mereka adalah massa yang menuntut agar pemerintah mengambil tindakan tegas atas kekerasan beruntun yang melibatkan penembakan senjata api.

Massa mendesak Kongres menyetujui RUU kepemilikan senjata. Ribuan orang turun ke jalan di berbagai negara bagian. Aksi itu diorganisasi oleh kelompok March For Our Lives (MFOL). Itu adalah organisasi yang dibentuk oleh para penyintas penembakan di Marjory Stoneman Douglas High School, Parkland, Florida, pada 2018.

Mereka merasa frustrasi karena pemerintah tidak kunjung mengambil tindakan tegas atas insiden penembakan massal yang terjadi. Dua penembakan terakhir, yaitu di Robb Elementary School, Uvalde, Texas, dan Tops Friendly Markets store, Buffalo, New York, membuat rasa frustrasi itu mencapai puncak. Dalam dua insiden tersebut, sebanyak 19 siswa, 2 guru, dan 10 warga kulit hitam telah kehilangan nyawanya.

’’Sudah cukup,’’ ujar salah seorang pembicara di Washington. Beberapa yang berpidato, antara lain, X Gonzalez yang merupakan penyintas penembakan di Parkland dan Yolanda King, cucu Martin Luther King Jr. Mereka menilai, dua kasus penembakan terakhir seharusnya membuat para politikus tergugah membuat perubahan, bukannya tinggal diam.

Selain turun ke jalan, aktivis di Washington juga meletakkan lebih dari 45 ribu vas warna putih berisi buket bunga di National Mall. Masing-masing vas mewakili nyawa yang hilang akibat senjata api sepanjang 2020–2022. Aksi serupa terjadi di Los Angeles, Chicago, New York, dan area lainnya. Total ada lebih dari 450 unjuk rasa di penjuru AS.

’’Kami di sini ingin keadilan dan mendukung mereka yang berani menuntut UU senjata yang masuk akal,’’ tegas Garnell Whitfield kepada Agence France-Presse.

Ibunya adalah salah satu korban tewas dalam penembakan rasis di Buffalo, 14 Mei lalu. Kekerasan yang melibatkan senjata api merenggut ribuan nyawa di AS. Berdasar data dari Gun Violence Archive, tahun ini ada 19.300 orang yang tewas akibat senjata api. Separuhnya disebabkan bunuh diri, sisanya karena penembakan massal dan kejahatan lain.

MFOL dalam pernyataannya menegaskan bahwa para elite yang tidak mengambil tindakan apa pun sejatinya sama seperti membunuh penduduk AS.

’’Kami tidak akan lagi membiarkan Anda (politikus AS, red) duduk diam, sementara orang-orang terus mati,’’ ujar anggota dewan MFOL Trevon Bosley seperti dikutip BBC.

MFOL menyerukan adanya larangan pembelian senjata serbu, pemeriksaan latar belakang universal bagi calon pembeli senjata, dan sistem lisensi nasional.

Presiden AS Joe Biden mendukung aksi massa tersebut. Selama ini Partai Demokrat getol mengusung RUU aturan kepemilikan senjata yang lebih ketat. Upaya mereka masih terganjal oleh para politikus Republik.

Biden menegaskan bahwa aturan kepemilikan senjata tidak hanya didukung oleh MFOL, tapi juga mayoritas warga AS dan para pemilik senjata api.

’’Saya bergabung bersama mereka (demonstran, red) dengan mengulangi seruan saya ke Kongres: lakukan sesuatu,’’ cuit Biden.(sha/c6/bay/jpg)

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Ramadan 2026, Grand Zuri Pekanbaru Siap Jadi Lokasi Buka Puasa Bersama

Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…

1 hari ago

PTPN IV PalmCo Salurkan 6 Juta Bibit Sawit Bersertifikat, Dongkrak Produktivitas Petani

PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…

1 hari ago

Pakai Basis Varian Tertinggi, Destinator 55th Anniversary Edition Tampil Eksklusif

Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.

1 hari ago

Semarak Anniversary ke-7, The Zuri Hotel Ajak Mitra dan Tamu Donor Darah

Rayakan HUT ke-7, The Zuri Hotel Pekanbaru gelar donor darah dan kumpulkan 63 kantong untuk…

1 hari ago

Mudah dan Aman, Beli Emas Kini Bisa Digital Lewat Aplikasi Tring Pegadaian

Pegadaian perkuat posisi sebagai investasi emas nomor 1, tawarkan layanan mudah, aman, dan dukung misi…

1 hari ago

Tiga Polsek di Pekanbaru Resmi Berganti Nama, Ini Daftarnya

Polresta Pekanbaru ubah nama tiga Polsek sesuaikan pemekaran wilayah, demi permudah layanan kepolisian bagi masyarakat.

1 hari ago