Categories: Nasional

Gelora Kreativitas Seni di Tengah Bumi yang Tak Baik-baik

Lampu menyala perlahan di tengah-tengah panggung. Cahayanya berbentuk lingkaran dan dalam temaram cahaya itu, sesosok bayi merangkak-rangkak ditemani ibunya. Syair merdupun mengalun. Sendu dengan lirik yang penuh makna. Suasana terasa hening berbalut cinta dan kasih sayang. 

Laporan: Soleh Saputra (Pekanbaru)

PANGGUNG disetting, mengisyaratkan rumah panggung sederhana di tepian sungai yang biasa disaksikan di kampung-kampung negeri Melayu. Suasana itu diperkuat dengan menghadirkan perahu (piau) di bagian depan kanan panggung. 

Selang beberapa saat, sesosok ibu berpakaian serba putih masuk dan duduk di perahu. Seorang lelaki yang mulai tumbuh dewasa keluar dari dalam rumah. Seperti air sungai, dialog antara ibu dan anak mengalir dengan riak-riaknya. Tiga ibu dan tiga anak lelaki muncul dan memainkan suasana mengalirnya kehidupan.

Gambaran cinta kasih antara ibu dan anaknya itu menjadi opening dalam karya tunggal bertajuk, "Tangan Terbentang". Karya koreografer Faizal Andri SPd bersama komunitas Balai Sanggam Melayu-nya itu mendapat apresiasi dari ratusan audiens yang memadati auditorium Anjung Seni Idrus Tintin, Jumat (11/2/2022) dan Sabtu (12/2/2022) malam. 

Sebanyak delapan nomor karya yang disuguhkan dua malam berturut-turut itu pun mengalir hingga ditutup dengan joget Melayu. Paling tidak, karya-karya yang dibentang Faizal bersama anak-anak asuhnya dari tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) itu menjadi bukti, bahwa kreativitas seni mereka terus menggelora. Meski bumi sedang tidak baik-baik saja akibat dilanda tsunami Covid-19, dua tahun terakhir.

"Saya dan tim produksi, serta anak-anak telah menjalani proses panjang selama ini. Hasilnya, bisa kita saksikan dua malam ini. Tentu saja masih banyak kekurangannya namun kami tidak pernah berhenti untuk berproses dan menciptakan karya-karya terbaik untuk bangsa ini," ulas Faizal usai pertunjukan.

Menurut Faizal, "Tangan Terbentang" adalah bentuk cinta kasih dan rasa sayangnya pada keluarga dan anak-anak asuhnya. Tak heran jika audiens yang menikmati karya itu larut dalam suasana yang mengharu-biru. 

"Saya ucapkan terimakasih juga pada komposer (penata musik) Iswah Yudi SPd yang terus menemani sepanjang proses penciptaan karya-karya saya," kata Faizal.

Usai pertunjukan, sesepuh tari Riau SPN Iwan Irawan Permadi mengatakan, gelar karya Faizal dan komunitasnya sudah bagus. Apalagi dimasa pandemi ini, banyak penggiat seni tak banyak yang mau berbuat seperti ini. 

"Tak perlu banyak bercakap-cakap atau besar bual. Buktikan saja dengan gerak alias kerja dengan berkarya dan berkarya," kata Iwan Irawan.

Tampak hadir dalam helat itu para Koreografer Syafmanefi Alamanda, Sunardi, Wan Harun Ismail. Tak ketinggalan pembina Balai Sanggam Melayu Muslim SKar.

 

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Kementerian Agama Gandeng BPJS Lindungi Dai 3T di Riau

Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…

3 jam ago

Agung Nugroho Targetkan 5.000 Warga Ramaikan Petang Belimau

Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…

3 jam ago

Pemuda Padel Hadirkan Lapangan Super Panoramik di Pekanbaru

Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…

4 jam ago

Imlek 2026, JNE Hadirkan Barongsai dan Banjir Promo hingga 77 Persen

JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…

4 jam ago

Honda Bikers Fun Motour Camp 2026, Touring Seru Plus Edukasi Safety

Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…

4 jam ago

Jantung hingga Kanker, Biaya Penyakit Kronis Tembus Rp50 Triliun

BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.

4 jam ago