Categories: Nasional

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Tak Berpotensi Tsunami

TOKYO (RIAUPOS.CO) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang prefektur Miyagi dan Fukushima di wilayah Tohoku pada Sabtu (13/2) malam. Gempa yang juga dirasakan di Tokyo terjadi sekitar pukul 23:08 waktu setempat. Namun, Badan Meteorologi Jepang (JMA) tidak mengeluarkan peringatan dini tsunami.

 “Sebagai tindakan pencegahan, bagaimanapun, mereka yang berada di dekat daerah pantai disarankan untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi karena gempa susulan dapat berlanjut,” tulis japantimes.co.jp.

Gempa tersebut mencatatkan 6 gempa kuat di bagian selatan Miyagi, dan wilayah tengah Nakadori dan pesisir Hamadori di Fukushima. Wilayah Hamadori adalah tempat bagi pembangkit listrik tenaga nuklir No. 1 yang dilanda gempa dan tsunami di Fukushima.

“Tidak ada laporan kelainan di fasilitas itu,” kata penyiar publik NHK.

Pemerintah membentuk satuan tugas untuk memeriksa dampak gempa tersebut. Sementara itu, Volcano Discovey mengutip Sistem Peringatan Tsunami AS, tidak ada ancaman tsunami dari gempa bumi berkekuatan 7,2 hari ini di Pasifik 89 km tenggara Sendai, Prefektur Fukushima, Jepang.

“Kami berharap hal itu benar karena gempa sebesar ini dapat memicu tsunami,” tulisnya.

Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), diperkirakan tidak ada tsunami, hanya sedikit perubahan pada permukaan laut. Menarik untuk dicatat bahwa gempa kemarin terjadi di lokasi yang hampir sama dengan bencana gempa Tohoku dari 11 Maret 2011. Sedangkan Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ) melaporkan gempa tersebut berkekuatan 7,2 di Jepang dekat Sendai, Sendai Shi, Miyagi.

Gempa terjadi pada Sabtu 13 Februari 2021 pukul 23:07 waktu setempat dengan kedalaman 59 km.

“Besaran pasti, pusat gempa, dan kedalaman gempa mungkin direvisi dalam beberapa jam atau menit ke depan saat ahli seismologi meninjau data dan menyempurnakan perhitungan mereka, atau saat lembaga lain mengeluarkan laporan mereka,” tulis Volcano Discovey.

Laporan kedua kemudian dikeluarkan oleh Survei Geologi Amerika Serikat, yang mencantumkannya sebagai gempa berkekuatan 7,1 skala richter. Badan lain yang melaporkan gempa yang sama termasuk Geoscience Australia (GeoAu) pada magnitudo 7,0, dan Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC) pada magnitudo 7,1. Berdasarkan data seismik pendahuluan, gempa tersebut seharusnya sudah dirasakan secara luas oleh hampir semua orang yang berada di wilayah episentrum. Ini mungkin menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang.(idr/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Adab di Atas Ilmu (Urgensi Pendidikan Karakter di Era Modern)

​Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…

5 jam ago

Rayakan 30 Tahun IVF, Mahkota Medical Center Perkuat Layanan Fertilitas untuk Pasangan Indonesia

Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…

5 jam ago

BRI Konsisten Jadi Sponsor Fun Bike Riau Pos, Tegaskan Hubungan Kemitraan Erat

BRI mendukung Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk sinergi kemitraan. Hubungan kedua perusahaan disebut…

8 jam ago

Tembus Pasar Dunia, 1.217 UMKM Catat Transaksi Rp2 Triliun Lebih di 2025

Sebanyak 1.217 UMKM berhasil menembus pasar ekspor pada 2025 dengan transaksi 134,87 juta dolar AS…

8 jam ago

PCR dan Univrab Resmi Kerja Sama dengan MAN 2 Pekanbaru, Ini Fokus Programnya

PCR dan Univrab teken MoU dengan MAN 2 Pekanbaru untuk pengembangan multimedia, kesehatan siswa, hingga…

8 jam ago

Jelang Imlek dan Ramadan, Siak Siapkan Aturan Ketat: Petasan hingga Ceramah Disorot

Pemkab Siak rekomendasikan pembatasan petasan, pengawasan THM, dan ceramah bebas ujaran kebencian jelang Imlek dan…

9 jam ago