Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi (jas hitam)/rmol.id
MEDAN(RIAUPOS.CO)-Akibat bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan mengakibatkan enam orang luka yang terdiri empat anggota Polri satu PHL atau pekerja harian lepas dan satu masyarakat.
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyampaikan, seluruh biaya pengobatan bagi para korban ditanggung oleh pihaknya alias Pemerintah Provinsi Sumut.
“Pasti ditanggung oleh pemerintah. Ini kan perbuatan yang salah tadi itu. Jadi pemerintah bertanggung jawab. Pemprov Sumut bertanggung jawab,” kata Edy di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).
Edy meminta kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk tetap tenang. Pasalnya, tekan Edy, aparat keamanan menjamin situasi dan kondisi pasca teror bom bunuh diri tersebut.
“Warga Sumatera Utara, tetap tenang dan ditangani oleh aparat hukum dan berhak menanganinya. Tenang, berikan masukan kalau itu menjadi mengetahui. Kalau tidak, diam tenang, doakan bahwa kita akan selesaikan,” sambungnya.
Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…
Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…
Khas Pekanbaru Hotel menghadirkan promo School Holi-Deals selama Juli 2026 dengan paket menginap lengkap untuk…
Syahrul Aidi mengecam penghadangan Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat dan meminta aparat menjamin keamanan…
Daftar ulang SPMB SD Negeri di Pekanbaru resmi dimulai. Orang tua melengkapi berkas, sementara sekolah…
Pemkab Kepulauan Meranti resmi menerapkan manajemen talenta ASN setelah mendapat persetujuan BKN. Pengisian JPTP tak…