Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi (jas hitam)/rmol.id
MEDAN(RIAUPOS.CO)-Akibat bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan mengakibatkan enam orang luka yang terdiri empat anggota Polri satu PHL atau pekerja harian lepas dan satu masyarakat.
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyampaikan, seluruh biaya pengobatan bagi para korban ditanggung oleh pihaknya alias Pemerintah Provinsi Sumut.
“Pasti ditanggung oleh pemerintah. Ini kan perbuatan yang salah tadi itu. Jadi pemerintah bertanggung jawab. Pemprov Sumut bertanggung jawab,” kata Edy di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).
Edy meminta kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk tetap tenang. Pasalnya, tekan Edy, aparat keamanan menjamin situasi dan kondisi pasca teror bom bunuh diri tersebut.
“Warga Sumatera Utara, tetap tenang dan ditangani oleh aparat hukum dan berhak menanganinya. Tenang, berikan masukan kalau itu menjadi mengetahui. Kalau tidak, diam tenang, doakan bahwa kita akan selesaikan,” sambungnya.
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…