Categories: Nasional

Teladani Kesederhanaan Rasulullah SAW dalam Kehidupan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pengurus Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (12/10) malam. Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad kali ini, pengurus mendatangkan Habib Muhammad bin Haidar Syahab dan Ustaz Sunan Al Musthafa.

Sebelum penyampaian tausiah oleh Habib Muhammad bin Haidar Syahab, para jamaah yang hadir membaca salawat bersama-sama dan juga mendengarkan kisah-kisah Rasulullah Muhammad SAW.

Peringatan Rasulullah juga disiarkan secara live pada laman Facebook Masjid Raya Anur Provinsi Riau. Jamaah dari beberapa daerah di Indonesia seperti dari Jawa Barat, Kepulauan Riau dan beberapa daerah lainnya.
Dalam tausiahnya, Habib Muhammad bin Haidar menyebutkan semasa hidupnya, Rasulullah hidup dalam kesederhanaan. Maka ia mengajak umat hidup dalam kesederhanaan, gunakan harta yang dimiliki untuk kebaikan.

"Gunakan harta kita untuk kebaikan, untuk pembangun masjid, bantu pondok pesantren. Jangan dinikmati sendiri, karena semua yang kita gunakan akan dipertanggungjawabkan," katanya.

Meski demikian, Rasulullah juga tidak melarang umatnya untuk hidup kaya. Namun hidup dengan kesederhanaan akan membuka mata hati kita untuk dapat peduli dengan sesama.

"Rasulullah mengajarkan kita untuk hidup sederhana, karena itu mari kita contoh kehidupan Rasulullah," ajaknya.

Habib Muhammad bin Haidar juga mengisahkan, Rasulullah SAW pernah rela menahan lapar dan menyembunyikan hal tersebut kepada para sahabat dan umatnya agar mereka tidak terbebani.

"Rasulullah bahkan mengganjal perutnya dengan batu agar tidak merasakan lapar. Rasulullah SAW menunjukkan keteladanannya dengan menahan lapar. Kondisi ini diketahui Umar bin Khattab RA, sahabat Rasulullah SAW saat mengimami salat. Meski lapar hingga harus mengganjal perutnya dengan batu, Rasulullah SAW dikisahkan masih melanjutkan aktivitasnya," kisahnya.

Karena itu, Habib Muhammad mengajak umat untuk bisa mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. Setiap butir nasi yang dimakan itu termasuk nikmat, sehingga jika seseorang membuang satu butir nasi hal tersebut juga termasuk kekufuran.

"Jadi jangan heran kalau masih banyak orang yang mendapatkan ujian dari Allah SWT. Hal tersebut juga karena masih banyak yang berbuat dosa," ujarnya.(sol)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Viral Video MBG di SDN 015 Tambusai Utara, Pihak Sekolah Tegaskan Tak Pernah Menolak

Video pembagian MBG di SDN 015 Tambusai Utara viral dan memunculkan anggapan penolakan. Sekolah menegaskan…

2 jam ago

Bupati Rohil Dukung Riau Pesisir, Surat Rekomendasi Segera Diproses Berjenjang

Bupati Rohil H Bistamam menerbitkan surat rekomendasi dan dukungan terhadap pembentukan Provinsi Riau Pesisir untuk…

2 jam ago

Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Turun Drastis Malam Hari

Kabut asap kembali menyelimuti Pekanbaru. Data BMKG mencatat PM2.5 mencapai 155 µg/m³ dan kualitas udara…

4 jam ago

983 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UHTP, Mendiktisaintek Tekankan Tridarma Perguruan Tinggi

Sebanyak 983 mahasiswa baru mengikuti PKKMB UHTP 2026. Kegiatan membekali mahasiswa dengan karakter, integritas, dan…

22 jam ago

Hilang Saat Memancing di Sungai Indragiri, Ahmad Diar Ditemukan Meninggal

Ahmad Diar, warga Tembilahan, ditemukan meninggal di Sungai Indragiri setelah dilaporkan hilang saat memancing di…

23 jam ago

Pemko Pekanbaru Gelar Salat Istiska di Tengah Kabut Asap Karhutla

Pemko Pekanbaru menggelar Salat Istiska untuk memohon hujan di tengah kabut asap kiriman akibat karhutla…

23 jam ago