Categories: Nasional

Pemerintah Tambah Pasukan dan Bikin Hujan Buatan

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto mengatakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau dan Kalimantan sudah mengganggu aktivitas masyarakat. Oleh karena itu penanggulangan secara cepat dan tepat harus segera dilakukan.

Permasalahan muncul ketika sebagian besar wilayah di Indonesia dilanda kemarau panjang. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan baru akan turun pada pertengahan Oktober mendatang. Oleh karena itu, saat ini dinilai perlu melakukan penambahan pasukan darat.

“Perlu penguatan pasukan darat untuk memadamkan api. Perlu penguatan. Itu dalam bentuk tambahan pasukan personel dan tambahan alat kelengkapannya,” ujar Wiranto di Kemenko Polhukam Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (13/9).

Selain itu, Wiranto menyampaikan pemerintah sudah merencanakan akan membuat hujan buatan di titik-titik kebakaran. Maklum saja, hujan merupakan cara paling efektif untuk menyelesaikan karhutla dan asap yang ditimbulkan.

“Perlunya memanfaatkan peluang hujan buatan. Hujan buatan itu kebakaran selesai semuanya tapi masalahnya hujan belum turun,” imbuhnya.

Hanya saja, pembuatan hujan buatan tidaklah mudah. Awan yang berada di atas titik api harus memiliki kadar air minimal 75 persen. Apabila di bawah itu, hujan tidak akan turun. Pembuatan hujan buatan menggunakan metode tabur garam.

Garam dibawa pesawat terbang, kemudian ditabur di atas awan dengan kandungan air 75 persen. Tak lama dari itu, awan akan terurai dan berubah menjadi air hujan.

Oleh karena itu, pemerintah sepakat membentuk Pasukan Pemadam Reaksi Cepat (PPRC). Pasukan ini akan dibekali dengan pesawat terbang yang sudah diberi muatan garam. Mereka disiagakan di lokasi-lokasi terdekat dari titik api.

Setelah ada informasi dari BMKG awan telah memenuhi syarat hujan buatan, maka pasukan ini akan langsung diterbangkan untuk menabur garam. Panglima TNI sudah menyatakan kesiapannya untuk memberikan sebuah pesawat jenis Casa dan N35 untuk digunakan membantu membuat hujan buatan.

Sementara itu, untuk titik api yang jauh dari pemukiman warga memang sulit dijangkau oleh tim darat. Berdasar itu, opsi bom air menggunakan helikopter menjadi pilihan pemerintah untuk memadamkan api.

“Kami siapkan heli, sudah ada 42 heli. Banyak itu. Tahun lalu nggak sebanyak itu. Jadi sebenarnya sudah cukup, tapi ya kembali tadi bagaimana kondisi di darat,” pungkas Wiranto.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Tim SAR Temukan Korban Kedua Bencana Galodo Solok, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…

13 jam ago

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

3 hari ago

Kasus Kawasan Hutan Kampar, Polda Riau Resmi Tetapkan Tersangka Oknum DPRD Kampar Inisial F

Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…

3 hari ago

Pria Asal Dairi Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Salo Kampar

Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…

3 hari ago

Atasi Kelangkaan dan Dugaan Mafia Solar Subsidi, DPRD Riau Bawa Wacana Pembentukan Satgas

DPRD Provinsi Riau mengusulkan pembentukan Satgas Solar terpadu untuk memberantas dugaan mafia, penyelewengan, dan antrean…

4 hari ago

Razia Pekat Satpol PP Kuansing: 6 LC diamankan, 1 LC Remaja Positif Penyakit Menular

Satpol PP Kuansing menggelar razia warung remang-remang di Desa Marsawa. Enam LC diamankan, satu di…

4 hari ago