Categories: Nasional

Bingung Mencairkannya, Peretas Kembalikan Rp3,7 T Uang Kripto Curian

LONDON (RIAUPOS.CO) – Peretas (hacker) di balik salah satu perampokan uang kripto atau cryptocurrency terbesar telah mengembalikan sepertiga dari US$ 613 juta uang yang dicuri. Uang kripto itu diambil dari Poly Network, platform keuangan yang menjadi korban peretasan.

Menurut Poly Network, para hacker telah mengembalikan US$ 260 juta atau sekitar Rp3,7 triliun dana yang dicuri. Namun sisanya US$ 353 juta belum dibayarkan.

Poly Network mendesak pelaku pencurian untuk mengembalikan dana yang diambil. Bila tidak, perusahaan mengancam akan membawa kasus ini ke ranah hukum.

Menurut perusahaan forensik blockchain Chainalysis, hacker mengeksploitasi kerentanan dalam kontrak digital yang digunakan Poly Network, untuk memindahkan aset di antara berbagai blockchain.

Dalam pesan yang di bagian Elliptic, perusahaan pelacakan kripto dan chainalaysis, salah satu hacker mengatakan peretasan tersebut hanya dilakukan untuk bersenang-senang. Mereka ingin mengekspos kerentanan sebelum orang lain dapat mengeksploitasinya.

"Saya tidak terlalu tertarik dengan uang, mengembalikan uang kripto selalu menjadi rencana," tulis salah satu hacker.

Peretas belum berhasil diidentifikasi. Reuters juga tidak dapat memverifikasi keaslian pesan.

Tom Robinson, salah satu pendiri Elliptic, mengatakan, keputusan untuk mengembalikan uang bisa saja dipicu kebingungan lantaran sulit mencairkan uang kripto yang dicuri.

“Bahkan jika Anda dapat mencuri aset kripto, mencucinya dan menguangkannya sangat sulit, karena transparansi blockchain dan penggunaan analitik blockchain secara luas oleh lembaga keuangan,” kata Robinson.

Seorang eksekutif dari perusahaan cryptocurrency Tether, mengatakan, perusahaan telah membekukan US$ 33 juta terkait dengan peretasan. Seorang eksekutif di bursa kripto lainnya mengatakan kepada Poly Network bahwa mereka juga akan mencoba membantu.

Namun belum ada tanggapan dari Poly Network. Perusahaan ini juga belum menjawab konfirmasi dari Reuters.

Sumber: Reuters/AP/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

25 Dapur MBG Dibangun di Daerah 3T Inhu, Sekda Turun Langsung Meninjau

Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…

1 hari ago

Bupati Kuansing Optimalkan Lahan Bekas Tambang untuk Ketahanan Pangan

Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…

1 hari ago

Bupati Siak Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN Bersama BKN

Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…

1 hari ago

Tumpukan Limbah Kayu Ancam Sungai Bukit Batu Bengkalis

Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…

1 hari ago

UMK Meranti 2026 Belum Berjalan Optimal, Pemkab Meranti Siapkan Aturan Khusus

Penerapan UMK 2026 di Meranti dinilai belum optimal. Pemkab pun menyiapkan Perbup sebagai aturan teknis…

1 hari ago

PSMTI Riau Matangkan Persiapan Musprov V, Pemilihan Ketua Jadi Agenda Utama

PSMTI Riau akan menggelar Musprov V akhir pekan ini di Pekanbaru untuk memilih ketua definitif…

1 hari ago