Categories: Nasional

Cuaca Panas Terik Berlangsung hingga Akhir Mei

JAKARTA  (RIAUPOS.CO) – Cuaca sepertinya kurang bersahabat akhir-akhir ini. Suhu udara terasa sangat terik di siang hari, seolah matahari tepat di atas kepala. Bahkan, di malam hari, rasa gerah pun tak terhindarkan. Kondisi ini pun diamini oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Riau, Kamis (12/5) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait prakiraan cuaca yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Forecaster On Duty BMKG Riau Yudhistira M kepada Riau Pos meminta masyarakat mewaspadai suhu udara tinggi mulai dari 23-34 derajat celcius dan dengan kelembaban udara sebesar 55-97 persen serta arah angin dari tenggara ke barat daya 10-40 km per jam.

Meskipun begitu, sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada malam hari diprediksi akan cerah berawan dan berpotensi hujan dengan intensitas ringan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak, Kepulauan Meranti, Kabupaten Indragiri Hilir, Kota Pekanbaru, dan Kota Dumai.

"Untuk cuaca panas masih terjadi, tetapi tidak terlalu signifikan, karena dalam beberapa hari ke depan sejumlah wilayah di Provinsi Riau masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga deras, " tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto saat dikonfirmasi, mengatakan kondisi ini diperkirakan bakal terjadi sampai pertengahan atau akhir Mei ini. Karenanya, masyarakat diminta untuk terus mewaspadai kondisi tersebut. "Paling tidak sampai akhir Mei suhu panas seperti saat ini masih perlu diwaspadai," ungkapnya.

Terlebih, pada saat pancaroba suhu terik juga terkadang disertai kelembaban yang relatif tinggi yang kemudian menyebabkan suhu terasa pada siang atau sore adalah panas dan gerah. Karenanya, masyarakat diimbau untuk senantiasa menjaga kondisi stamina tubuh dan kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Dia memastikan, kondisi ini bukan merupakan fenomena gelombang panas atau heatwave. Cuaca panas yang terjadi hanyalah variabilitas  suhu harian yang disebut panas terik.

Menurutnya, tak ada istilah heatwave di wilayah Indonesia. Terlebih, jika melihat terminologi gelombang panas menurut WMO, yang artinya fenomena kenaikan suhu panas di permukaan bumi yang terjadi hingga 5 derajat atau lebih dari normalnya. Lalu, kenaikan ini terjadi dalam kurun beberapa hari berturut-turut.

Kondisi ini, lanjut dia, biasanya terjadi di wilayah lintang menengah/tinggi di sekitar Benua Eropa atau Amerika Serikat. Di mana, kondisi tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer di wilayah lintang menengah seperti adanya front atau desakan massa udara yang lingkupnya sangat luas.

"Sedangkan yang terjadi di wilayah Indonesia berbeda, di mana kondisi suhu panas yang cukup terik merupakan salah satu fenomena cuaca. Dan ini terjadi pada periode-periode pancaroba," jelasnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, kondisi suhu panas/terik di Indonesia lebih dipengaruhi beberapa faktor yakni, pemanasan sinar matahari yang optimum terjadi pada siang hari.

Saat ini sendiri, posisi semu matahari  sudah berada di Utara Ekuator tapi belum sampai di titik terjauh di Utara yang biasa terjadi pada bulan Juni. Sehingga sinar matahari di wilayah Indonesia pada April-Mei masih cukup signifikan.

"Ini diperkuat juga dengan kondisi cuaca cerah dan tingkat perawanan yang sangat kurang. Hal ini turut memicu juga pemanasan sinar matahari yang optimal," paparnya.

Melihat situasi mengingat pada saat ini beberapa wilayah masih mengalami kondisi yang relatif basah dengan kondisi kelembaban yang cukup tinggi, maka kondisi panas yang terjadi saat ini juga dapat menyebabkan kondisi gerah.

Berdasarkan data suhu maksimum harian per 9 Mei 2022, suhu udara terukur dengan kisaran 34-36,1 derajat celcius di sejumlah wilayah. Seperti, Ciputat, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Kertajati-Jawa Barat, Tegal-Jawa Tengah, Kalimarau-Kalimantan Utara, Sentani-Papua, Palu-Sulawesi Tengah, hingga Kupang-Nusa Tenggara Timur.

Di mana, suhu maksimum tertinggi hingga 36,1 derajat celcius terjadi di wilayah Tangerang-Banten dan Kalimarau-Kalimantan Utara. "Umumnya di Jabodetabek, dengan suhu kisaran 35-36 derajat celcius," ujarnya.(ayi/mia/jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Fajar Fikri Juara Denmark Open 2026 Usai Libas Aaron Soh

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses menjuarai Denmark Open 2026 usai mengalahkan pasangan…

22 jam ago

Bawa Lari 12 Ekor Sapi Kurban senilai Rp195 Juta, “Adi Black” Ditangkap Polsek Rumbai

Polsek Rumbai menangkap seorang pria berinisial SK alias Adi Black akibat mengelapkan 12 ekor sapi…

22 jam ago

Marak Pasangan Mesum di Penginapan, Anggota DPRD Pekanbaru Minta Pemko Cek Izin THM dan Hotel

Anggota DPRD Pekanbaru Muhammad Sabarudi meminta Pemko Pekanbaru tidak sekadar menggelar razia pekat, tetapi juga…

23 jam ago

Sempat Kirim Pesan Pamit, Perempuan Muda di Meranti Ditemukan Meninggal di Perairan Tanjung Kedabu

Suleha Rindiyani (22), warga Desa Tanjung Kedabu, Kepulauan Meranti, ditemukan meninggal dunia di perairan setempat…

23 jam ago

Rektor Prof Sri Indarti Kukuhkan Lima Guru Besar Universitas Riau dari Berbagai Keilmuan

Universitas Riau resmi mengukuhkan lima guru besar baru dari berbagai disiplin ilmu, meningkatkan jumlah total…

23 jam ago

Dishub Pekanbaru Jaring 47 Truk Tonase Besar Pelanggar Lalu Lintas

Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru bersama tim gabungan menjaring 47 truk tonase besar yang melanggar aturan…

23 jam ago