Categories: Nasional

Udara di Tiga Kota Tidak Sehat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan menunjukkan kondisi yang fluktuatif. Di satu tempat mengalami penurunan, tetapi di lokasi lain terjadi kenaikan jumlah titik api.

Berdasar pantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), penurunan titik api paling tinggi terjadi di Provinsi Riau. Kemarin (11/8) titik api tersisa 29 saja. Itu jauh menurun jika dibandingkan dengan data sehari sebelumnya yang mencapai 126 titik. Sedangkan kenaikan tertinggi jumlah titik api terjadi di Kalimantan Barat. Hingga kemarin terpantau 605 titik api atau naik 72 titik bila dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

Selain dua provinsi tersebut, titik api terpantau di Jambi (3), Sumsel (19 titik), Bangka Belitung (14 titik), Kalteng (163 titik), Kalsel (14 titik), Kaltim (20 titik), dan Kaltara (23 titik).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas (Pusdatinmas) BNPB Agus Wibowo mengatakan, jarak pandang di sejumlah wilayah menurun karena asap kebakaran hutan. Yang paling parah adalah Pekanbaru dengan jarak pandang 5 kilometer dan Sanggau 4 kilometer.

Padamkan Lahan Gambut : Satgas Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyemprotkan air dilahan gambut yang membakar kebun sawit di Desa Karya Indah, Kampar, Riau, Selasa (30/7/2019). (Evan Gunanzar/Riau Pos)
Sementara itu, dari aspek kesehatan, kualitas udara tidak sehat terpantau di tiga kota. “Berdasar nilai PM10, menunjukkan Pekanbaru 166 tidak sehat, Pontianak 253 sangat tidak sehat, Palangka Raya 217 sangat tidak sehat,” ungkapnya.

Meski cukup masif, Agus menegaskan, asap dari karhutla itu hanya ada di wilayah Indonesia. “Tidak ada transboundary haze atau asap yang melintas ke negeri tetangga seperti Malaysia atau Singapura,” katanya.

Upaya pemadaman terus dilakukan jajarannya bersama instansi lain seperti TNI-Polri dan BPBD dengan dibantu masyarakat. Total personel yang diterjunkan 9.072 orang yang tersebar di enam provinsi. Yakni, Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, dan Kalsel.

Sementara itu, Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto bersama jajaran pejabat teras Mabes TNI dan komando kewilayahan di Riau sudah turun ke beberapa daerah. Mulai Pekanbaru, Taman Nasional Tesso Nilo, Desa Penarikan, hingga Desa Begadu di Pelalawan.

Lantaran berasap, kemarin masyarakat Pekanbaru mengenakan masker saat salat Idul Adha. Misalnya, yang dilakukan jamaah di Masjid Raya An Nur Riau Ahad (11/8). Gubernur Riau Syamsuar yang juga melaksanakan salat Id di masjid Raya An Nur mengajak jamaah untuk memanjatkan doa dan meminta turun hujan kepada Allah.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwir

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Peringati Waisak, PSMTI Riau Kumpulkan Ratusan Kantong Darah untuk PMI

PSMTI Riau bersama PMI Pekanbaru menggelar donor darah dalam rangka Waisak 2570 BE. Ratusan peserta…

11 jam ago

Kloter Pertama Haji Riau Berangkat dari Jeddah 4 Juni, Jemaah Diminta Patuhi Aturan

Jemaah haji Riau mulai dipulangkan dari Jeddah pada 4 Juni. Kemenhaj mengingatkan larangan membawa air…

12 jam ago

Belasan Gajah Liar Masuk Kebun Warga di Rumbai, Tim Gabungan Bergerak Tengah Malam

Sekitar 12 gajah liar masuk ke perkebunan warga di Muara Fajar, Rumbai. Tim gabungan berhasil…

12 jam ago

Program CKG Belum Diminati, Baru Setengah Juta Warga Riau Periksa Kesehatan Gratis

Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…

15 jam ago

Awas! Buaya “Beni” Kembali Muncul di Arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah

Kemunculan buaya "Beni" di arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah membuat warga diminta waspada…

15 jam ago

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

1 hari ago