Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf.
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf meluruskan pernyataannya belum lama ini yang menyebut bakal meminta referendum bagi rakyat Aceh. Ia menjelaskan, ancaman referendum yang dia sampaikan pada peringatan haul meninggalnya Teungku Hasan Muhammad Ditiro hanya spontanitas belaka.
’’Pernyataan saya tentang referendum tidak mewakili rakyat Aceh. Saya lakukan hal tersebut secara spontan. Kebetulan pada peringatan haul meninggalnya Teuku Hasan Ditiro,’’ kata dia dalam video berdurasi 1 menit 16 detik yang diterima redaksi, Rabu (12/6/2019).
Pada awal video Muzakir yang memakai kemeja merah itu memperkenalkan diri sebagai Ketua Partai Aceh (PA) dan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA). Selain itu, dalam video itu, Mualem sapaan karib Muzakir menyatakan bahwa saat ini rakyat Aceh sudah hidup dalam damai dan pro terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
’’Saya menyadari rakyat Aceh saat ini cinta damai dan pro NKRI,’’ katanya.
Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…
Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.
Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.
Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…
Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…
SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.