Categories: Nasional

Ukraina di Ambang Perang, Biden dan Putin Bakal Bertemu

KIEV (RIAUPOS.CO) – Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan berbicara pada Sabtu (12/2/2022) atau Ahad WIB, untuk menyikapi peringatan negara-negara Barat tentang potensi perang yang dapat terjadi kapan saja di Ukraina.

Menurut otoritas Gedung Putih, Putin sudah meminta panggilan telepon antara kedua pemimpin itu dilangsungkan pada Senin (14/2). Namun, Biden ingin melakukannya lebih cepat karena AS melihat tanda-tanda yang semakin jelas tentang kemungkinan serangan Rusia ke Ukraina.

Dalam situasi ketegangan antarnegara ini, Australia dan Selandia Baru menjadi negara yang turut mengimbau warganya untuk meninggalkan Ukraina. Keputusan tersebut diambil setelah AS memperingatkan invasi Rusia yang bisa terjadi kapan pun mungkin meliputi serangan udara.

Rusia sendiri telah berulang kali membantah cerita versi AS yang menyebutkan pihaknya telah mengerahkan 100 ribu pasukan ke perbatasan Ukraina. Rusia berdalih mereka hanya menjaga keamanan negaranya dari agresi sekutu NATO.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, berharap Putin akan memilih jalur diplomasi dibandingkan melakukan serangan. Tapi, bila Rusia bersikeras menyerang, maka AS dapat menjatuhkan sanksi ekonomi pada negara tersebut.

"Saya terus berharap dia tidak akan memilih jalur agresi baru dan dia akan memilih jalur diplomasi dan dialog," ungkap Blinken kepada wartawan setelah pertemuan dengan para pemimpin Pasifik di Fiji, seperti dikutip dari Reuters.

"Tapi jika tidak, kami siap," imbuhnya.

Putin berusaha menguatkan pengaruh di Eropa pasca-Perang Dingin. Ia juga meminta jaminan pada Biden untuk memblokir masuknya Ukraina ke NATO dan memastikan keamanan Rusia dari rudal yang ditempatkan di dekat perbatasan negaranya.

AS menganggap banyak dari permintaan itu yang bisa tidak terlalu prioritas, seraya mendorong Rusia untuk membahasnya bersama-sama dengan Washington dan sekutu Eropanya.

Namun, Biden yakin bahwa pembicaraan satu lawan satu dengan Putin mungkin merupakan peluang terbaik untuk menemukan titik terang dari permasalahan antar negara ini.

Dua komunikasi pada Desember lalu antara Biden dan Putin tidak menghasilkan solusi yang berarti untuk permasalahan tersebut.

Semenjak itu, kedua pemimpin ini belum melakukan pembicaraan lagi, dan diplomat dari kedua negara telah berupaya untuk menemukan titik temu.

Kemudian, proses mediasi lain pada pembicaraan empat arah di Berlin antara Rusia, Ukraina, Jerman dan Prancis pada Kamis (10/2) pun tidak menghasilkan kemajuan.

Lebih lanjut, menurut kantor berita Rusia, TASS, Putin juga berencana untuk berbicara dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Sumber: AFP/News/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Aktivitas Tambang Ilegal Dibongkar, Lima Rakit PETI Dibakar Polisi

Polsek Kuantan Mudik menertibkan PETI di areal PT KTBM dan memusnahkan lima rakit tambang ilegal…

7 jam ago

Bengkalis Usulkan 5 Lokasi Sekolah Nasional Terintegrasi, Kecamatan Ini Jadi Sorotan

Pemkab Bengkalis mengusulkan lima lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dengan konsep pendidikan terpadu bertaraf internasional.

7 jam ago

Keluhan Warga Meningkat, Wabup Rohul Minta PLN Benahi Pasokan Listrik

Wabup Rohul meninjau UPTD PAB Ujungbatu dan meminta PLN segera menstabilkan pasokan listrik demi layanan…

7 jam ago

3.000 Peserta dan 12 Mobil Hias Semarakkan Pawai Waisak di Pekanbaru

Pawai Waisak di Pekanbaru berlangsung meriah dengan 3.000 peserta dan 12 mobil hias meski sempat…

10 jam ago

Kasus Sadis Sopir Truk Minyakita di Pekanbaru Terungkap, Rekan Kerja Jadi Otak Pelaku

Polisi mengungkap kasus pembunuhan sopir truk Minyakita di Pekanbaru. Rekan kerja korban diduga menjadi otak…

10 jam ago

Jalan Pasar Modern Telukkuantan Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gerak Cepat PUPR

PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.

1 hari ago