Categories: Nasional

Bisa Jadi, Orang Indonesia Kebal Virus Korona?

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Hingga saat ini belum ada satupun kasus pasien virus corona ditemukan di Indonesia. Meski sejumlah pasien sudah dicurigai dengan gejala klinis awal, namun hasil pemeriksaan spesimen menunjukkan hasil yang negatif.

Lalu faktor apa sebetulnya yang membuat Indonesia bisa aman dari virus corona sampai sejauh ini? Mungkinkah virus ini memang hanya menyerang ras atau etnis kulit putih? Atau hanya jenis kelamin tertentu?

Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik di RS Universitas Indonesia dr R Fera Ibrahim SpMK (K) menjelaskan, virus masuk dan menular tergantung reseptornya. Soal apakah hanya menular pada etnis tertentu, kata dia, hal itu bisa saja dengan variasi yang ada.

“Sebelumnya ada studi tentang virus SARS, mempelajari dengan distribusi dari reseptornya. Ternyata lebih banyak terjadi pada pria daripada perempuan. Kenapa pria? itu yang sedang diteliti,” kata Fera dalam diskusi di Kampus UI Depok, Selasa (11/2).

Nah terkait dengan etnis, lanjutnya, pada studi yang lalu juga dikatakan bahwa mengapa lebih banyak terjadi pada ras Asia dibanding ras kulit putih dan lainnya. Kemungkinan seseorang bisa terinfeksi itu bisa saja tergantung dari reseptornya (individunya).

“Tergantung si manusianya. Karena ada asam amino yang bisa menyebabkan rentan penularan. Sebab kalau bicara virus corona, di antara hewan-hewan virus corona juga beredar ya,” paparnya.

Meski begitu untuk virus corona jenis baru dari Wuhan, China, lanjutnya, tentu harus ada penelitian lebih lanjut. Biasanya virus itu memang paling rentan pada lansia dan penyakit penyerta.

“Yang penting sadar diri jangan ketularan. Jangan panik. Sadar ketika batuk, cuci tangan, sadar diri kalau kita sakit. Jangan jadi penular,” papar dr. Fera.

Lalu apakah ada seseorang yang tak bergejala? Dia menambahkan, sejauh ini baru pasien dengan gejala klinis seperti batuk, pilek dan sesak napas. Lalu ada kontak dengan yang terinfeksi.

“Yang penting supaya jangan jadi ketularan dan penularan dengan yang lain. Kalau ada kontak, ada gejala ringan, jangan menularkan ke tempat-tempat ramai dan tahu bagaimana mencegahnya,” tandasnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Curanmor di Mandau Terbongkar, Polisi Amankan Tiga Terduga Pelaku dan Motor Curian

Polisi mengungkap dugaan curanmor di Mandau, Bengkalis. Tiga terduga pelaku diamankan dan satu unit Honda…

5 jam ago

Salat Istisqa Digelar di 15 Kecamatan, Wali Kota Pekanbaru Harapkan Hujan Padamkan Api

Pemko Pekanbaru dan warga menggelar Salat Istisqa di 15 kecamatan saat udara memburuk. Hujan rintik…

5 jam ago

Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Hentikan Pembelajaran Tatap Muka Mulai Besok

Kabut asap kian tebal dan kualitas udara memburuk. Pemkab Kuansing meliburkan seluruh sekolah mulai Kamis…

6 jam ago

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Disdik Tetapkan Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…

2 hari ago

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

3 hari ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

5 hari ago