Categories: Nasional

Pasar Rakyat Ditinggal Pedagang

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) — Salah seorang warga Kota Telukkuantan, Wahyu, mengatakan, saat ini kondisi Pasar Rakyat kian sepi. Alhasil, banyak pedagang yang berpindah ke pasar modern berbasis tradisional.

"Tiap hari sepi, tidak ada yang jualan, hanya beberapa pedagang saja," ungkapnya kepada wartawan di Telukkuantan, Selasa (11/2).

Setelah ratusan pedagang direlokasi ke pasar modern tahun lalu, kini kondisi Pasar Rakyat di Kota Telukkuatan cukup memprihatinkan karena ditinggalkan para pedagang. Minimnya promosi dan pengelolaan pasar yang belum maksimal, kondisi Pasar Rakyat tampak kotor dan tidak terawat. Kios-kios yang berjejer-jejer kosong dan dipenuhi oleh debu.

Menurut Wahyu, salah satu indikasi pasar sepi, karena Pemkab tidak pernah membuat event atau kegiatan yang bisa menarik masyarakat datang ke pasar. Sehingga para pedagang kios merugi dan terpaksa pindah lokasi berjualan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan Perindustrian (Kopdagrin) Kuansing Drs Azhar MM tak menampik bahwa kondisi Pasar Rakyat saat ini sepi. Maka ke depan, pihaknya akan segera mengelola pasar tersebut. "Kita akan kelola. Untuk lantai dua, sudah ada pihak swasta yang akan menyewa. Katanya untuk arena permainan," katanya.

Sementara di halaman Pasar Rakyat lanjutnya, akan digunakan untuk lokasi wisata kuliner. Sehingga terlihat aktivitas keramaian, baik siang maupun malam hari. "Jika di depan ada kuliner, kan ramai. Bisa memancing orang untuk datang ke sana," katanya.

Masih kata Azhar, sementara untuk lantai satu akan digunakan untuk perkantoran. Makanya dia berharap kepada perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi agar membuka kantor di Pasar Rakyat. "Kita berharap perusahaan-perusahaan buka kantor di sini. Biaya sewa cukup murah, hanya sekitar Rp1 juta lebih per tahun," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menertibkan pedagang kaki lima yang berjualan di median jalan. Seperti di depan terminal Kota Telukkuatan. Karena keberadaannya cukup mengganggu keindahan kota. "Soal pedagang yang di median jalan, kita akan koordinasikan dengan Satpol PP. Karena wewenang penertiban ada di Satpol PP," katanya.(kom)

Laporan : JUPRISON

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

18 jam ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

18 jam ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

18 jam ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

19 jam ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

2 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

2 hari ago