Categories: Nasional

Mahfud Sebut Pascareformasi Tak Ada Pelanggaran HAM Sistematis

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — 10 Desember yang jatuh pada hari ini (kemarin, red) selalu dirayakan sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai perlindungan HAM di Indonesia dari hari ke hari menunjukkan progres positif, terutama setelah reformasi.

Mahfud mengatakan, sejak Orde Baru digulingkan sampai sekarang belum ada pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah secara sistematis dan terstruktur. Kondisi ini berbeda dari sebelum 1998.

"Sejak itu (reformasi) kan tidak ada lagi pelanggaran HAM. Pelanggaran HAM itu kejahatan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap rakyatnya," kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Selasa (10/12).

Mahfud menyebut, pada rezim Orde Baru, tercatat ada 12 pelanggaran HAM, baik dilakukan aparat maupun pemerintah. Kasus tersebut sampai hari ini masih belum selesai.

"Yang terjadi sekarang adalah antara rakyat dan rakyat saling melanggar hak asasi. Kalau antar rakyat yang melanggar hak asasi namanya bukan pelanggaran HAM tapi kejahatan, kerusuhan, pembunuhan, dan macam-macam," imbuhnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyampaikan, kejahatan HAM antar rakyat terjadi secara horizontal. Sementara itu, pada masa Orde Baru, kejahatan terjadi secara sistematis dan terstruktur karena dilakukan oleh penguasa.

Terkait kerusuhan di Papua, Mahfud melihat itu bukanlah pelanggaran HAM. "Papua (namanya) kerusuhan, karena antar rakyat. Aparat turun tangan maka dipilah. Yang rakyat jadi korban ke pinggir (dievakuasi ke tempat aman), yang perusuh diburu," jelasnya.

Begitu juga aksi demo yang berakhir ricuh, menurut Mahfud, itu bukanlah pelanggaran HAM. Alasannya, prosesnya tidak terjadi secara sistematis dan terstruktur.

"Kalau polisi mukulin mahasiswa kan kalau sedang demo itu bukan pelanggaran HAM, wong yang demo menganiaya polisi juga ada. Jangan melihat hak asasi hanya tindakan sepihak dari negara," tegasnya.

Dia mencontohkan, pada demo 22 Mei 2019, tercatat sekitar 200 polisi mengalami luka-luka akibat serangan demonstran.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

ASN Pekanbaru Mulai WFH, Skema Kerja Diserahkan ke Masing-masing OPD

Pemko Pekanbaru mulai terapkan WFH bagi ASN. Skema kerja diatur masing-masing OPD, namun pelayanan publik…

23 menit ago

Driver Ojol di Siak Dirampok dan Disabet Sajam, Dua Pelaku Ditangkap

Driver ojol di Siak dirampok dan diserang dengan senjata tajam. Dua pelaku ditangkap, dua lainnya…

46 menit ago

Tinjau Lokasi Kebakaran, Bupati Rohul Beri Bantuan dan Harapan Baru

Bupati Rohul serahkan bantuan korban kebakaran di Lenggopan dan janji bangun kembali rumah. Korban diharapkan…

1 jam ago

Server Gangguan, Layanan KTP-el di Pekanbaru Lumpuh Sementara

Gangguan server pusat membuat layanan KTP-el di Pekanbaru terhenti sementara. Disdukcapil minta warga bersabar hingga…

1 hari ago

Mobil Dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis Kecelakaan, Korban Luka Serius

Mobil dinas Wakil Ketua DPRD Bengkalis mengalami kecelakaan. Korban luka serius dan dirawat intensif di…

1 hari ago

PT BSP Buka Lowongan Direktur, Kesempatan Emas untuk Putra Putri Terbaik

Pemkab Siak membuka seleksi direksi PT BSP. Kesempatan terbuka bagi putra putri terbaik dengan kualifikasi…

2 hari ago