Categories: Nasional

Golkar Pastikan Ketum sebelum Jokowi Dilantik

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menyarankan kepada Partai Golkar mengikuti langkah PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan NasDem yang memajukan pelaksanaan musyawarah nasional (munas) ataupun kongres.
Menurut Syarwi, memajukan pelaksanaan munas akan membuat Golkar lebih mudah berkoordinasi dalam pemerintahan Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin (Jokowi – Ma’ruf) mendatang.

“Lebih cepat tentu lebih baik. Kalau lambat, koordinasinya tentu akan susah juga ke depan. Ketua umum kan bisa ganti lagi,” ujar Pangi saat dihubungi, Rabu (11/7).

Direktur eksekutif Voxpol Center Reseach & Consulting itu mengatakan, jika partai-partai anggota koalisi pengusung Jokowi – Ma’ruf sudah punya kepastian tentang ketua umum sebelum pemerintahan baru terbentuk, maka hal itu akan memudahkan koordinasi dalam pembagian kursi menteri di kabinet mendatang. “Bagaimana role model koalisinya, kue-kue kekuasaannya, akan lebih enak membaginya,” kata Pangi saat dihubungi, Rabu (11/7).

Lebih lanjut Pangi menilai partai-partai yang sudah memutuskan menggelar munas ataupun kongres sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 pada 20 Oktober mendatang berupaya memberikan kepastian kepada Jokowi. PDI Perjuangan, PKB dan Nasdem, kata Pangi, sudah bisa merekomendasikan nama-nama kader yang akan menjadi calon menteri di kabinet mendatang.

“Tidak akan ada lagi tarik menarik kepentingan. Kalau munas setelah pelantikan (presiden, red), ganti ketum, tidak ada kepastian,” ulas politikus yang akrab disapa dengan panggilan Ipang itu.

Karena itu Pasngi menegaskan, Golkar harus memberi kepastian kepada Jokowi agar pada kabinet mendatang tidak ada reshuffle tiba-tiba lantaran partai berlambang beringin itu ganti ketua umum. Sebab, katanya, pergantian menteri di tengah jalan akan mengganggu jalannya roda pemerintahan dan program kerja.

“Artinya ketum baru nanti adalah ketum yang benar. Nama-nama yang diusulkan tidak lagi diotak-atik. Menteri-menteri itu tidak diganggu karena itu sudah hasil konvensi,” ujar dosen ilmu politik di UIN Syarif Hidayatullah itu.(tan)

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Korban Tewas Jambret di Pekanbaru Terima Santunan Jasa Raharja Kurang 24 Jam

Santunan Jasa Raharja untuk korban tewas akibat jambret di Pekanbaru diserahkan kurang dari 24 jam…

33 menit ago

Tiga Goweser Padati Bike Community Siap Mengayuh di Riau Pos Fun Bike 2026

Padati Bike Community Pariaman mengirim tiga goweser untuk ikut Riau Pos Fun Bike 2026, mendukung…

21 jam ago

Jambret Berujung Maut di Bukit Raya, Korban Tewas, Pelaku Diamuk Massa

Aksi penjambretan di Bukit Raya berujung maut. Korban tewas saat mempertahankan tas, dua pelaku diamankan…

21 jam ago

Ajang Koci Riau 2026, Kennedy–Melissa Raih Mahkota Juara

Kennedy dan Melissa resmi dinobatkan sebagai Koko Cici Riau 2026 dalam grand final di Mal…

22 jam ago

Antusias Pelajar SMAN 6 Warnai Roadshow Kopi Good Day Goes to School

Roadshow Kopi Good Day Goes to School kembali digelar di SMAN 6 Pekanbaru dan disambut…

22 jam ago

Kemenbud Tetapkan Museum Sang Nila Utama Naik Status Tipe B

Museum Sang Nila Utama Pekanbaru resmi ditetapkan sebagai museum Tipe B oleh Kementerian Kebudayaan RI…

22 jam ago