rapat
(RIAUPOS.CO) – Nana adalah mahasiswa semester dua di kampusnya. Ia sangat aktif berorganisasi, dan sangat rajin mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan organisasinya.
Beberapa rapat diadakan secara daring, terkadang saat sore atau bahkan malam hari. Hingga suatu malam, Nana sedang mengikuti rapat yang dimulai sejak pukul 21.00 WIB. Namun, hingga hampir pukul 23.30 WIB rapat tak menunjukkan akan segera selesai.
Nana sedang menjawab pertanyaan dari ketua panitia, tepat ketika ayahnya membuka pintu kamar untuk mengecek apakah anaknya sudah tidur atau belum.
Melihat Nana yang masih berkutat dengan rapat, ayah langsung mengomelinya. Ia mengatakan, sekelas mahasiswa rapat hingga malam padahal tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lelah menurutnya.
"Rapat-rapat terus sampai tengah malam. Sudah ngelebihi karyawan aja. Digaji juga enggak," omel sang ayah.
Nana terkejut karena saat itu ia sedang open mic. Otomatis semua peserta termasuk host dan ketua panitia diam seribu bahasa. Beberapa saat kemudian, ketua panitia langsung menutup rapat dan akan dilanjutkan keesokan harinya. Nana merasa sangat tidak enak akan hal itu.(anf)
Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…
DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.
Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…
Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…
Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…
Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…