Categories: Nasional

Seluruh Kejaksaan Diminta Tuntaskan Kasus Besar

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Usai libur Idulfitri, Kejaksaan Agung (Kejagung) langsung tancap gas. Mereka memastikan bahwa semua kasus yang tengah ditangani di level kejaksaan negeri (kejari), kejaksaan tinggi (kejati), maupun Kejagung diteruskan, termasuk kasus-kasus besar yang mendapat sorotan. Mulai kasus mafia tanah, mafia pupuk, hingga mafia minyak goreng.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengungkapkan bahwa kasus mafia tanah ditangani oleh Kejati DKI Jakarta. Kasus itu terkait dengan aset milik PT Pertamina di Rawamangun, Jakarta Timur.

Pemeriksaan saksi masih dilakukan untuk mendalami kasus berkualifikasi tindak pidana korupsi tersebut. Tidak terkecuali pemeriksaan saksi dari PT Pertamina.

Sementara itu, kasus mafia pupuk ditangani oleh Kejari Kabupaten Pekalongan. Penanganan kasusnya dilakukan sesuai dengan perintah jaksa agung. "Mafia pupuk itu sudah lama meresahkan petani dan merugikan negara," tegas Burhanuddin.

Untuk itu, dia memerintahkan agar kasusnya ditangani segera dan sedetail mungkin. Sehingga tidak ada lagi mafia pupuk di Indonesia. Untuk itu, Burhanuddin tidak hanya mendorong penanganan kasus mafia pupuk oleh Kejari Kabupaten Pekalongan, dia juga meminta kejari dan kejati di daerah lainnya memelototi potensi mafia pupuk.

"Saya tegaskan kembali para kepala kejaksaan tinggi dan kepala kejaksaan negeri untuk benar-benar serius memberantas mafia pupuk," beber dia.

Bila perlu, lanjut Burhanuddin, kejari dan kejati lain meniru penanganan kasus mafia pupuk oleh Kejari Kabupaten Pekalongan. Sehingga mereka paham dan mengerti pola pergerakan mafia pupuk. "Dan (memahami) modus operandinya," terang dia.

Sementara itu, penanganan kasus mafia minyak goreng terus dilaksanakan oleh Kejagung dan Kejati DKI Jakarta. Dia memastikan bahwa kasus tersebut bakal dibongkar sampai tuntas.

Menurut Burhanuddin, penanganan kasus mafia tanah, mafia pupuk, dan mafia minyak goreng tidak hanya penting lantaran menyangkut hidup masyarakat. Dia menyebut, penanganan kasus-kasus itu turut membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kejaksaan.

Salah satu buktinya adalah hasil survei Indikator Politik. Pada rilis hasil survei akhir bulan lalu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kejaksaan naik signifikan.

Dari posisi delapan kini kejaksaan berada di posisi empat. Karena itu, Burhanuddin mengapresiasi Kejari Kabupaten Pekalongan dan Kejati DKI Jakarta atas kinerja mereka dalam menangani kasus mafia tanah, mafia pupuk, dan mafia minyak goreng.

"Saya berharap prestasi (Kejari Kabupaten Pekalongan dan Kejati DKI Jakarta) tersebut dapat dicontoh oleh satuan kerja yang lain," ujar Burhanuddin.(syn/jpg)

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

23 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

23 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

2 hari ago