Categories: Nasional

Usai Temuan Kuburan Massal, Presiden Ukraina Siap Perang Habis-habisan

KIEV (RIAUPOS.CO) – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memberi sinyal keras bahwa negara itu siap menghadapi perang skala besar melawan Rusia. Zelenskyy meminta rakyatnya untuk pergi meninggalkan negaranya karena sebentar lagi pasukan militernya akan mempersiapkan pertempuan skala besar.

“Kami bersiap untuk pertempuran keras yang akan datang,” kata Zelenksyy seperti dilansir dari Sky News, Senin (11/4/2022).

Ancaman kini meningkat di timur Ukraina. Presiden Volodymyr Zelenskyy memperingatkan situasinya akan lebih keras.

“Ini akan menjadi pertempuran yang sulit, kami percaya pada pertarungan ini dan kemenangan kami. Kami siap untuk berjuang secara bersamaan dan mencari cara diplomatik untuk mengakhiri perang ini,” katanya.

Para pejabat telah mendesak warga sipil untuk segera meninggalkan wilayah itu. Komentar Zelenskyy muncul setelah pertemuan dengan Kanselir Austria Karl Nehammer di Kiev, di mana ia juga menjamu Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada hari Sabtu. Ukraina dan Inggris tergerak pascatemuan kuburan massal dan jenazah yang bergelimpangan berdasarkan foto satelit.

Menurut Kementerian Pertahanan Inggris bukti kuburan massal dan sandera membuktikan warga sipil menjadi korban. Militer Pertahanan Inggris mengatakan kepergian Rusia dari utara meninggalkan bukti penargetan tidak proporsional terhadap warga sipil tak berdosa dengan adanya penemuan kuburan massal.

“Pasukan Rusia terus menimbulkan korban, menurunkan moral, dan membatasi kebebasan bergerak Ukraina,” kata Kementerian Pertahanan Inggris.

“Pasukan Rusia juga terus menyerang target infrastruktur dengan risiko tinggi yang membahayakan warga sipil, termasuk tangki asam nitrat di Rubizhne,” tambahnya lagi.

Inggris akan mengirim 120 kendaraan lapis baja dan sistem rudal anti-kapal dan menjamin pinjaman Bank Dunia senilai 500 juta poundsterling lebih lanjut ke Ukraina, dengan persetujuan parlemen. Negosiator Ukraina Mykhailo Podolyak mengatakan Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan bertemu sampai setelah negara itu mengalahkan Rusia di timur, yang akan memperkuat posisi negosiasinya.

Sementara itu warga Ukraina yang masih tinggal di kota-kota dan desa-desa di timur telah mengatakan mereka ketakutan. Akan tetapi banyak juga yang bertahan di sana dan tetap menentang tidak mau mengungsi. Juga di timur, sukarelawan justru mendaftar di Kota Barvinkove untuk bertarung di garis depan.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Hujan Deras Guyur Pasirpengaraian, Upacara HUT ke-27 Kabupaten Rohul Sempat Tertunda

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Halaman Kantor…

16 jam ago

Pemkab Kepulauan Meranti Lelang Aset Daerah Senilai Rp1,91 Miliar

Pemkab Kepulauan Meranti melalui BPKAD kembali melelang barang milik daerah (BMD) senilai Rp1,91 miliar secara…

16 jam ago

LAM Riau Gelar Tepuk Tepung Tawar Sambut Kedatangan Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…

2 hari ago

Momentum HUT ke-27 Kuansing, Tokoh Masyarakat Marwan Yohanis Minta Putus Mata Rantai Persoalan Hukum

Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…

2 hari ago

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

3 hari ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

4 hari ago