Categories: Nasional

Jual lewat Daring, Antar Langsung ke Pelanggan

Pandemi Covid-19 memaksa orang untuk tidak keluar rumah  dan menghindari keramaian. Pemilik tempat usaha harus pandai-pandai berinovasi agar bisa tetap bertahan di saat-saat krisis seperti ini.

Laporan DOFI ISKANDAR, Kota

BEKERJA, belajar, dan ibadah di rumah. Tiga hal itu yang harus dilakukan rakyat Indonesia untuk bisa memutus penyebaran virus corona.

Imbauan pemerintah ini pun langsung mengubah kebiasaan masyarakat. Pelaku usaha terpukul karena sedikitnya masyarakat yang keluar untuk berbelanja.

Tapi tidak bagi pelaku usaha yang membuat inovasi baru. Internet menjadi salah satu solusi untuk bertahan. Mereka pun mulai menjual produk melalui sistem online atau daring.

Cara ini banyak dilakukan pelaku usaha makanan. Karena meski sedang wabah corona, makanan tetap diperlukan masyarakat. Tapi sistemnya dibalik. Bukan lagi pelanggan yang datang ke  tempat makan, melainkan makanan yang diantar ke rumah pelanggan.

Penjualan online dengan cara mengemasnya dan mempromosikan melalui media sosial seperti Seperti yang dilakukan Ati,  salah seorang pelaku usaha rumah makan yang beralamat di Jalan Sempurna, Gang Melati, Pekanbaru. Ia mengatakan semenjak terjadinya Covid-19, rumah makannya tutup dan tidak memiliki pemasukan lagi. Untuk mengakali agar bisa memenuhi keperluaan sehari-hari, kini ia menjual makanan melalui penjualan sistem online dengan cara mengemas makanan dan mengantarnya ke pemesannya.

"Saat ini tidak ada pemasukan lagi, itulah makanya kami beralih ke penjualan online katering lauk. Katering lauk yang dibungkus dalam kemasan seperti lauk kerang Rp18.000 ribu per box, cumi, udang dan kepiting Rp35.000 per box, sarden Rp30.000 per box. Allhamdulilah kini penjulan melalui online mengalami peningkatan. Setiap hari, yang awalnya haanya menerima pesanan 10 boxs, kini sudah mencapai 30 boxs," ujarnya kepada Riau Pos, Kamis (09/4).

Hal yang sama juga dilakukan oleh, Didik Sutan, pemilik rumah makan Padang yang beralamat di Jalan Rambutan. Ia mengungkapkan semenjak terjadinya Covid-19 usaha rumah makannya mengalami penurunan jumlah pengunjung secara drastis. Untuk itu, selain masih membuka rumah makannya, kini ia juga melakukan penjualan lauk lewat penjualan online yang telah dikemas.

"Selain kami masih membuka rumah makan, kami juga menjual produk lewat online. Kami mengeluarkan empat produk makanan frozen yang siap diantar ke seluruh area di Pekanbaru dengan tarif ongkir Rp10 ribu-Rp15 ribu. Produk yang kami jual itu ada daging bebek, daging ayam kampung ternak, ayam kampung asli, ayam kalasan negri yang telah kami bungkus dalam kemasan," ujarnya.

Lanjutnya, untuk harganya mulai dari Rp48.000 sampai dengan sampai dengan Rp 108.000. "Kami menjual daging ayam yang sudah direbus atau dikukus dan dikemas. Nanti pelanggan tinggal menggoreng saja di rumah. Untuk menjamin kebersihan dari produk kami, ketika mengantar pesanan ke pelanggan, kami menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan hand sanitizer. Hingga saat ini alhamdulilah sudah ada pesanan," terangnya.***

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Batal Diusulkan di Desa Wonosari, Dinsos Bengkalis Cari Lokasi Alternatif Pembangunan Sekolah Rakyat

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…

18 jam ago

Modus Investasi Pengangkutan Batu Bara, Pria Berinisial S Ditangkap Polresta Pekanbaru

Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…

18 jam ago

UIN Suska Riau Kukuhkan Prof Afrizal Nur Sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer Pertama

Prof Dr Afrizal Nur dikukuhkan sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer UIN Suska Riau usai menyampaikan…

18 jam ago

Kabut Asap Makin Pekat, Jarak Pandang di Kota Pekanbaru Jadi 800 Meter

Kondisi kabut asap karhutla di Pekanbaru kian memburuk hingga menurunkan jarak pandang menjadi 800 meter…

21 jam ago

Putusan Banding PT Pekanbaru: Hukuman Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Diperberat 4 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru memperberat hukuman Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid menjadi 4 tahun…

2 hari ago

Panjat Atap Hingga Lompat Tembok, Tahanan Narkoba Kabur dari Lapas Pasirpengaraian

Seorang tahanan kasus narkotika berinisial RI melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Pasirpengaraian, Rohul, usai…

2 hari ago