Categories: Nasional

Terbukti Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Usianya memang terbilang masih muda. Baru setahun beroperasi. Namun keberadaan pabrik kelapa sawit (PKS) PT Inti Indosawit Subur di Desa Dusun Tua, Kecamatan Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan ini sudah memberikan berkah bagi ratusan masyarakat di desa sekitar operasional perusahaan.

Laporan MUSLIM NURDIN, Pangkalan Lesung

SENIN pagi (9/5) Sekretaris SPSI-NIBA Ahmad melakukan kunjungan peninjauan proses bongkar muat TBS di PKS PT IIS Pangkalan Lesung. Kehadirannya ke perusahaan ini untuk menjalin silaturahmi dalam rangka mempererat hubungan kerja sama yang sudah terjalin selama ini.

Ahmad menyebutkan, dengan adanya kerja sama bongkar-muat tersebut, maka sebanyak 440 orang anggota SPSI-NIBA

yang merupakan warga desa yang ada di sekitar perusahaan kini mendapatkan penghasilan tetap.

"Dulu pekerjaan anggota SPSI-NIBA pada umunya adalah pekerja serabutan, sehingga penghasilan juga tidak menentu. Namun, dengan didirikannya PKS PT IIS di Pangkalan Lesung ini, memberikan kesempatan kepada 440 orang anggota SPSI-NIBA untuk bisa mendapatkan penghasilan tetap. Di mana setiap bongkar muat TBS di PKS, anggota kami bisa mendapatkan penghasilan Rp15/Kg. Sedangkan dalam sehari rata-rata buah yang diterima adalah kisaran 900 sampai 1.000 ton," ujarnya

Tentu saja hal ini sangat ia syukuri. Dia berharap bersama SPSI-NIBA, PKS PT IIS Pabrik Pangkalan Lesung ini dapat terus menjalankan operasionalnya secara berkesinambungan. Sebab, dengan begitu penghasilan masyarakat desa anggota SPSI-NIBA juga akan terus berjalan lancar.

"Setahun keberadaan PKS PT IIS Pangkalan Lesung kami sudah benar-benar merasakan sangat membantu perekonomian kami. Sebab PKS ini membuka banyak lowongan pekerjaan bagi masyarakat desa sekitar.  Salah  satunya adalah kerja sama bongkar-muat TBS yang dilakukan PKS PT IIS Pabrik Pangkalan Lesung dengan SPSI-NIBA," ujar Ahmad.

Humas Pabrik PT IIS  Pangkalan Lesung M Fajar juga berterima kasih atas kerja sama yang sudah terjalin selama ini. "Kami tentu saja bersyukur karena masyarakat bisa merasakan manfaat dari keberadaaan pabrik PT IIS Pangkalan Lesung. Kiranya kerjasama yang terjalin dapat terus berjalan dengan baik, agar tercipta kerjasama yang saling menguntungkan, sehingga kemajuan perusahaan juga merupakan kemajuan perkonomian masyarakat setempat," ujar Fajar.

Selain membuka kesempatan kerja kepada masyarakat yang tergabung di SPSI-NIBA, perusahaan juga mempekerjakan  masyarakat sekitar yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional  perusahaan.

"Selain kerja sama bongkar muat dengan SPSI-NIBA, pada awal beroperasinya pabrik,  perusahaan juga merekrut masyarakat sekitar untuk bekerja di perusahaan sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan," ujar Fajar.***

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Agung Nugroho Wajibkan Seluruh Provider Ikut Bereskan Kabel FO Semrawut di Pekanbaru

Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…

11 jam ago

Diduga Kompresor Mati Saat Menyelam, Pria di Sungai Indragiri Masih Hilang

Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…

11 jam ago

Lima Tahun Direstorasi, Mangrove Teluk Pambang Bengkalis Kini Jadi Sorotan Dunia

Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…

12 jam ago

Pemko Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas LGBT, Satpol PP Diminta Perketat Pengawasan

Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…

12 jam ago

UPTJJ Wilayah VI Tuntaskan Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Rohul

Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…

12 jam ago

Junaidi Resmi Jadi Tersangka OTT di Siak, Polisi Dalami Dugaan Kasus Kapal Gratis

Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…

13 jam ago