Categories: Nasional

Jaksa Agung Ingin Letjen Doni Lebih Galak soal PSBB

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin punya saran untuk Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo. Menurut Burhanuddin, sebaiknya Doni dan jajarannya melakukan tindakan represif untuk menegakkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penularan Covid-19.

"Tadi saya memberikan masukan, lakukan tindakan represif," kata Burhanuddin saat menyampaikan keterangan resmi melalui akun BNPB Indonesia di YouTube, Jumat (8/5).

Burhanuddin menambahkan, sarannya didasari pada pengalaman dari pemberlakuan PSBB di Bogor. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang tak mematuhi aturan PSBB, bahkan berani melawan petugas.

Jaksa senior itu menegaskan, tindakan represif justru demi melindungi petugas di lapangan, sekaligus untuk memaksimalkan pelaksanaan PSBB. Menurut Burhanuddin, warga yang melawan petugas karena tak mau dingatkan soal aturan PSBB seharusnya ditindak.

"Supaya apa, muka teman-teman yang di lapangan tidak malu. Bayangkan saja, seperti yang kami lihat di Bogor, lebih galak objek yang diperiksa daripada pemeriksanya dan ini tidak sehat. Seharusnya dilakukan penindakan," ujar dia.

Menurut Burhanuddin, pendekatan preventif pada masa PSBB sudah tidak tepat dilakukan di lapangan. Pasalnya, kata dia, tindakan preventif tidak memberikan efek jera kepada masyarakat yang melanggar PSBB.

"Yang dikeluhkan teman-teman di lapangan adalah sifat preventif dan sedikit kurang efek jera. Saya coba memberi masukan," tutur Burhanuddin.

Mantan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) itu menambahkan, tindakan preventif boleh saja dilakukan, tetapi harus dijadwalkan. Misalnya, sosialisasi PSBB cukup tiga hari.

Selanjutnya adalah tindakan preventif selama tiga hari pula. Setelah itu, maka tindakan selanjutnya adalah represif.

"Pada hari ketujuh adalah represif, karena kalau kami lihat dari apa yang ditayangkan di televisi, bagaimana mereka begitu dilakukan operasi, tetapi membantah, bahkan lebih galak lagi yang diperiksa. Ini adalah hal-hal yang mengkhawatirkan," papar Burhanuddin.

Sumber: JPNN.Com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

8 jam ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

12 jam ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

13 jam ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

13 jam ago

Alasan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau Mundur, Nalladia Ayu Rokan Diganti Imustiar

nalladia ayu rokan, ketua fraksi golkar dprd riau mundur dari jabatannya dan digantikan imustiar sebagai…

1 hari ago

Ribuan Pil Ekstasi Berbagai Merek Disimpan dalam Lemari Rumah, Perempuan 27 Tahun Ditangkap di Pekanbaru, Pemasok Diburu

ribuan pil ekstasi ditangkap di pekanbaru, 1.226 butir esktasi berbagai merek disimpan dalam lemari rumah,…

1 hari ago