Categories: Nasional

Kemenkominfo Ditantang Buat Apps Video Conference

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Platform video conference zoom kini banyak digunakan oleh masyarakat luas lantaran pandemi Covid-19 yang sedang melanda. Zoom digunakan sebagai sarana rapat virtual oleh orang-orang yang harus tetap bekerja dari rumah.

Meski diandalkan, zoom dinilai tak aman. Sebelumnya, sempat ada celah keamanan di platform zoom, yang mungkin membagikan video conference penggunanya lewat mesin pencari.

Tak hanya itu, kabar terbaru juga menyebut kalau zoom melakukan routing videonya ke server di Cina. Di sana, dilansir dari TechCrunch, Selasa (7/4), beberapa ahli telah menemukan bahwa CEO Zoom memiliki kesempatan untuk terhubung ke server dan melihat semua sesi video.

Dalam beberapa kasus, data akan dikirim ke server zoom di Cina. Bahkan jika semua pengguna dalam konferensi tersebut bukan pengguna dari Cina.

Hukum Cina saat ini sendiri menetapkan bahwa data server yang didirikan di Cina harus disimpan di sana. Ini berarti bahwa data yang dikirim oleh zoom dapat disimpan di server di Cina dan menjadi hak milik.

Terkait dengan potensi celah keamanan zoom, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkomimfo) ditantang untuk membuat platform video conference sendiri. Sebab, zoom juga digunakan oleh pemerintah untuk beberapa rapat penting selama pandemi Covid-19..

Menurut anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin, hal tersebut menjadi penting untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan negara saat melakukan rapat virtual.

"Ini kan dikatakan zoom tidak aman, bisa kemana-mana, bisa bocor (datanya) didengar, direkam dan sebagainya. Apakah Menkominfo tidak membuat sendiri aplikasi yang seperti (zoom-red) ini secara temporary sesuai kebutuhannya," ujar Nurul dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR RI dengan Menkominfo, Johnny G Plate.

Nurul melanjutkan, aplikasi yang seharusnya bisa dibuat sendiri oleh Kemenkominfo itu nantinya bisa digunakan secara sementara dan terbatas oleh pemerintah saja.

"Cuma buat kita-kita ini sekarang harus punya seperti zoom yang bisa bapak (Menkominfo) bisa manage sendiri," imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Johnny menyebut mereka sedang mempelajari dua kemungkinan terkait aplikasi video conference milik lokal.

"Kami mengetahui bahwa operator operator seluler seperti Telkomsel juga menyiapkan model yang sama untuk virtual meeting yang saat ini mereka dikembangkan sebagai alternatif untuk penggunaan di Indonesia," terang Johnny.

"Di samping ini juga kami juga mempelajari bagaimana membangun aplikasi sendiri di lingkungan Kominfo, untuk digunakan dan dikendalikan melalui sentral kontrol Kominfo atau pemerintah," pungkas Johnny.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Ramadan 2026, Grand Zuri Pekanbaru Siap Jadi Lokasi Buka Puasa Bersama

Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…

16 jam ago

PTPN IV PalmCo Salurkan 6 Juta Bibit Sawit Bersertifikat, Dongkrak Produktivitas Petani

PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…

20 jam ago

Pakai Basis Varian Tertinggi, Destinator 55th Anniversary Edition Tampil Eksklusif

Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.

20 jam ago

Semarak Anniversary ke-7, The Zuri Hotel Ajak Mitra dan Tamu Donor Darah

Rayakan HUT ke-7, The Zuri Hotel Pekanbaru gelar donor darah dan kumpulkan 63 kantong untuk…

20 jam ago

Mudah dan Aman, Beli Emas Kini Bisa Digital Lewat Aplikasi Tring Pegadaian

Pegadaian perkuat posisi sebagai investasi emas nomor 1, tawarkan layanan mudah, aman, dan dukung misi…

20 jam ago

Tiga Polsek di Pekanbaru Resmi Berganti Nama, Ini Daftarnya

Polresta Pekanbaru ubah nama tiga Polsek sesuaikan pemekaran wilayah, demi permudah layanan kepolisian bagi masyarakat.

21 jam ago