Categories: Nasional

Dukung Privasi Meghan Markle

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Keputusan Meghan Markle untuk pindah ke Kanada bersama Pangeran Harry dan buah hatinya, Archie, adalah untuk hidup tenteram. Mereka ingin hidup damai dan mandiri secara finansial tanpa harus dibuntuti media atau paparazzi setiap hari.

Baru-baru ini, Meghan Markle merasa terusik dengan kehadiran paparazzi saat dia berjalan-jalan dengan Archie dan kedua anjingnya. Meghan Markle juga pernah berkonflik dengan salah satu media di Inggris karena mengambil foto-fotonya di jalanan.

Keinginan Meghan dan Harry untuk hidup tenang ternyata didukung oleh warga dan lingkungan di sekitar mereka. Buktinya, para tetangga serta pemilik kapal yang bertugas mengangkut penumpang dari pusat kota Kanada ke pulau Vancouver tak mau mengangkut paparazzi demi privasi keluarga Meghan Markle.

Salah satu pemilik taksi air Reg Kirkham mengatakan, dia menolak beberapa permintaan dari sejumlah media dalam beberapa pekan terakhir yang ingin melakukan tur di daerah itu untuk melihat kehidupan Meghan dan Harry.

"Kami bukan orang yang suka mengganggu privasi orang, terutama Harry dan Meghan. Mereka tak perlu diganggu," katanya kepada CTV News Channel.

Kirkham, yang mengoperasikan kapal pribadinya di Kepulauan Gulf, yang terletak di antara Pulau Vancouver mengatakan bahwa dia bukan satu-satunya yang menolak paparazzi dan media yang ingin menguntit Meghan dan Harry. “Yang lain juga tidak mau. Kami tidak suka orang asing bersembunyi di semak-semak dengan kamera," tukasnya.

Hal senada juga disampaikan penduduk dan tetangga Meghan Markle di Pulau Vancouver. "Kami tidak menyukai gangguan media. Biarkan mereka (Meghan dan Harry, Red) damai," katanya kepada AFP.

Penduduk lain, Sue Starkey, mengatakan bahwa dia dan lingkungannya menghormati privasi para bangsawan. "Saya sangat senang mereka ada di sini dan saya berharap mereka dapat menemukan kedamaian,” katanya.

Sementara itu, Profesor Hukum Media, Etika jurnalisme, dan Penulisan Fitur di Universitas King’s College di Halifax, Dean Jobb mengatakan kepada Insider bahwa  keagresifan paparazzi adalah hal yang tidak biasa bagi kebanyakan orang Kanada.

"Tak biasa terjadi di Kanada. Ada pemandangan yang berbeda di sini daripada di Inggris," katanya seperti dilansir dari Insider, Sabtu (8/2).

 

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Ketua RT/RW Terpilih di 83 Kelurahan Pekanbaru Segera Dilantik, Ada Pembekalan Khusus

Pemko Pekanbaru menyiapkan pelantikan Ketua RT/RW terpilih di 83 kelurahan secara bertahap. Setelah dilantik, mereka…

18 jam ago

Air Meluap ke Badan Jalan di Lembah Anai, Pengendara Diminta Kurangi Kecepatan

Hujan deras membuat air meluap ke Jalan Padang-Bukittinggi di Lembah Anai. Pengendara diminta waspada karena…

19 jam ago

MK Kabulkan Sebagian Gugatan UU Minerba, Izin Tambang untuk Ormas Tak Bisa Lagi Ditunjuk Langsung

MK mengabulkan sebagian gugatan UU Minerba dan menghentikan penunjukan langsung IUP kepada ormas. IUP yang…

22 jam ago

Polda Riau Bongkar Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Rohil, Tiga Orang Jadi Tersangka

Polda Riau mengungkap dugaan penyelewengan BBM subsidi di Rohil. Tiga tersangka diamankan bersama 2.010 liter…

22 jam ago

Harimau Sumatera Sering Melintas di Mengkapan, BBKSDA Riau Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Harimau Sumatera kembali dilaporkan terlihat di Mengkapan, Siak. BBKSDA Riau turun mengecek lokasi dan mengimbau…

22 jam ago

Kecelakaan Maut di Jalintim Inhu, Sopir Truk Tewas Terjepit

Tabrakan dua truk di Jalintim Inhu menewaskan sopir Refrigerator berusia 19 tahun. Kecelakaan juga menyebabkan…

23 jam ago