pt-ivo-mas-tunggal-berkelit-beda-keterangan-dengan-dlhk
DUMAI (RIAUPOS.CO) — Dugaan pembuangan limbah domestik milik PT Ivo Mas Tunggal masih jadi pembahasan. Bahkan pihak PT Ivo Mas Tunggal, awalnya membantah terkait adanya saluran limbah ke laut malah mengaku akan mengecek kembali ke lapangan terkait persoalan tersebut.
Hal itu dilakukan karena keterangan yang diberikan DLHK Kota Dumai dengan keterangan yang disampaikan PT Ivo Mas Tunggal berbeda. Kadis DHLK Kota Dumai Satria Wibowo mengatakan hasil dari cek yang dilakukan pihaknya, memang ditemukan adanya saluran limbah domestik yang merupakan sisa dari sisa kegiatan mandi, cuci, kakus (MCK) langsung dibuang ke laut Dumai.
"Benar, memang ada bakau mati," ujar pria yang akrab disapa Bowo tersebut. Ia mengatakan bahwasanya limbah domestik itu lebih besar menyumbang dampak lingkungan, dan dalam waktu dekat pihaknya akan turun ke lapangan bersama DPRD Dumai. "Kami akan cek ulang bersama komisi III," jelasnya.
Sementara keterangan berbeda disampaikan Head of Corporate Communications, Sinar Mas Agribusiness and Food Sinar Mas Agribusiness and Food Wulan Suling. Mereka membantah tuduhan tersebut, tetapi tidak nyambung alias “gagal paham” dengan apa yang disampikan DLHK Dumai.
DLHK menyampaikan adanya buangan limbah domestik ke laut, sementara bantahan dari PT Ivo Mas Tunggal tentang adanya tuduhan pencemaran lingkungan pada operasional pabrik penyulingan salah satu anak usaha perusahaan, PT Ivo Mas Tunggal (PT IMT) yang terletak di Dumai.
Riau Pos mencoba mengonfirmasi ulang, adanya perbedaan keterangan yang disampaikan PT Ivo mas Tunggal, pasalnya yang di bantah oleh PT Ivo Mas Tunggal terkait dengan pencemaran limbah hasil produksi, sementara yang dipermasalahkan merupakan saluran
Pihak PT Ivo Mas Tunggal ketika dikonfirmasi ulang melalui mengenai hal tersebut, kamis (6/2) menjawab singkat
"Kami sedang mencoba mencek data di lapangan. Akan kami informasikan secepatnya" ujar Corporate Communications Officer Sinarmas Agribusiness and Food, Beni Wijaya.(hsb)
Satpol PP Rohul mengingatkan PKL agar tidak berjualan melewati pukul 01.00 WIB. Pelanggar jam operasional…
Kasus pencurian sawit dan narkoba mendominasi perkara di PN Bangkinang. Dari 3.532 perkara masuk, sebagian…
Jalan Langgam–Lubuk Ogung rusak parah akibat truk bertonase berat. Warga desak perbaikan dan penindakan tegas…
Sebanyak 667 mahasiswa PKH di Siak terdampak tunda bayar UKT dan biaya hidup akibat efisiensi…
Realisasi investasi Meranti 2025 mencatat rekor tertinggi dalam 10 tahun. Atas capaian itu, Pemprov Riau…
Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan 17 ruas jalan rusak pada 2026. Perbaikan menunggu verifikasi APBD dan…