Categories: Nasional

Peduli Kesejahteraan Guru Agama

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – DPRD Kota Pekanbaru mencoba menyelaraskan visi misi Kota Pekanbaru dengan menghadirkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) atau Pendidikan Diniyah Non Formal. Bentuk kepedulian terhadap guru-guru agama agar bisa maksimal dalam transfer ilmu agamanya.

"Ya, pembahasannya sudah final. Alhamdulillah, semua masukan sudah kita akomodir. Dalam waktu dekat kita sahkan melalui paripurna," kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) Ranperda MDTA DPRD Pekanbaru Zulfahmi SE, Selasa (29/9).

Pada pembahasan terakhir, semua pihak terkait diundang untuk memberikan masukan. Seperti Pj Sekko Pekanbaru M Jamil, tenaga ahli H Ilyas Husti, pihak akademisi, Ketua Tim FKPQ Bambang Priyo, Perwakilan Disdik Pekanbaru Alda Fiandri, Kemenag, BKMT, FKDT dan lainnya.

Ranperda MDTA ini merupakan Ranperda inisiatif DPRD Pekanbaru yang mulai dibahas sejak beberapa bulan lalu. Latar belakangnya, karena DPRD miris melihat kondisi guru-guru di MDTA yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Terutama dalam hal pemberian insentif guru. Di mana, selama ini guru MDTA masih belum diperhatikan.

"Harapan kita bersama terciptanya pendidikan MDTA yang lebih berkualitas. Dengan akan disahkannya Ranperda ini, maka honor guru MDTA akan dianggarkan di APBD Pekanbaru, dan tiap bulan guru MDTA diberikan honor sesuai dengan kemampuan keuangan daerah," sebutnya.

Adanya Ranperda ini juga, tambah Zulfahmi yang juga politisi Partai Hanura ini, sebagai upaya penyelarasan terhadap visi misi Kota Pekanbaru, yaitu Pekanbaru smart city madani.

Lalu apa rekomendasi Pansus untuk poin-poin penting masuk dalam Ranperda? Dijelaskan Ketua Bapempeda DPRD Pekanbaru ini, bahwa proses pembahasan Ranperda MDTA ini sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dibahas dalam rapat intern Pansus, hearing dengan OPD terkait di lingkungan Pemko Pekanbaru.

"Yang pasti, salah satu rekomendasi pansus bahwa setiap bulan para guru MDTA yang berjumlah sekitar 3.000-an  harus diberi insentif. Nanti untuk juklak dan juknisnya diatur dalam perwako," tegasnya.

Pj Sekko Pekanbaru M Jamil mengapresiasi kerja pansus yang dari awal tunak membahas Ranperda MDTA ini. Tentunya ini menjadi perhatian besar pemerintah, dalam hal mensejahterakan para guru MDTA di Kota Pekanbaru.

"Pak Wali Kota Firdaus MT sangat mendukung Ranperda MDTA ini. Sebab, menyangkut visi misi Kota Pekanbaru. Terlebih lagi para guru MDTA memang wajib diberikan perhatian khusus," sebutnya.

Pemko berharap agar pengesahan Ranperda ini segera direalisasikan Pansus DPRD sehingga tahun depan bisa terapkan.(*)

 

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

11 jam ago

Mangrove Desa Bokor Mendunia, 13 Spesies Jadi Magnet Wisatawan

Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…

11 jam ago

Razia Gabungan di Sudirman, 117 Kendaraan Langsung Ditindak

Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…

2 hari ago

UHTP Sembelih 4 Sapi Kurban, Daging Dibagikan untuk Warga dan Karyawan

Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…

3 hari ago

Puluhan Tahun Rusak, Jalan Pesisir di Rumbai Segera Mulai Dibangun

Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.

3 hari ago

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

3 hari ago