Ilustrasi - internet
KUANSING (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kabupaten Kuansing mengimbau kepada seluruh ASN untuk tidak menggunakan elpiji 3 kg untuk keperluan rumah tangga. Hal itu ditegas melalui surat edaran Bupati Kuansing nomor:510/Kopdagrin-DAG/VI/2019 tentang konsumen pengguna elpiji tabung 3 kg.
"Kita mengimbau kepada para ASN untuk tahu diri bahwa itu bukan hak mereka. Gas 3 kg ini kan untuk masyarakat miskin. Mestinya para ASN dan pengusaha malu menggunakan gas 3 kg. Nah, inilah salah satu penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kg," ujar Kepala Dinas Koperindagrin Kuansing, Azhar, Rabu (6/11).
Menurut Azhar, kuota yang disiapkan setiap bulan untuk Kuansing tersebut melebihi keperluan masyarakat miskin. Maka dari itu pihaknya memastikan tidak ada kelangkaan gas 3 jika penyalurannya sesuai ketentuan.
Selain ASN, lanjut Azhar, Pemkab Kuansing juga mengimbau kepada rumah makan dan restoran untuk tidak menggunakan elpiji 3 kg. “Ini akan kami pantau di setiap restoran dan rumah makan. Jika masih kedapatan, akan kami beri teguran keras,” ujar Azhar.
Jika perlu, tambah Azhar, para pembeli gas 3 kg akan diwajibkan membawa KK. Ini bertujuan untuk membatasi penggunaan gas elpiji 3 kg supaya tepat sasaran. "Di KK itu kan tertera pekerjaan kita. Nah, nanti akan ketahuan ASN atau masyarakat biasanya," ujar Azhar.(adv)
Pemkab Rohul mencatat realisasi APBD 2025 sebesar Rp1,9 triliun atau 92,87 persen dan kembali meraih…
Mahasiswa FK Unri mengubah lahan kosong di Teluk Makmur, Dumai, menjadi kebun TOGA produktif untuk…
Disdik Riau mengumumkan 70.616 peserta lulus SPMB 2026. Bagi yang belum diterima, tersedia 2.179 kursi…
Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 km pada 2026, disertai pembangunan drainase…
Buron 3 tahun kasus 15 kg sabu di Bengkalis berinisial A (48) akhirnya ditangkap Polres…
DPRD Kampar melantik Idris sebagai anggota PAW Fraksi PAN untuk sisa masa jabatan 2024–2029 dalam…