Categories: Nasional

Warga Mengadu, Komisi IV Sidak Perumahan GFR

Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru segera menjadwalkan untuk memanggil pemilik perumahan Green Forest Residence (GFR) di Jalan Duyung, Marpoyan Damai, dalam agenda rapat dengar pendapat (RDP). Pemanggilan ini tindak lanjut dari hasil inspeksi mendadak (sidak) Komisi IV Selasa (28/7) lalu.

Sidak ke Perumahan GFR dilakukan berdasarkan aduan masyarakat dalam surat yang masuk ke Komisi IV. Aduan tersebut kemudian ditindaklanjuti. Diduga, pembangun ini melanggar peraturan daerah (Perda) Kota Pekanbaru. Di mana menutup parit sepanjang sekitar 200 meter untuk membangun taman perumahan. Tanpa menghiraukan dampaknya terhadap lingkungan setempat.

"Untuk RDP atau hearing, surat pemanggilannya sudah kita siapkan. Paling lambat pekan depan kita agendakan hearingnya. Kita undang juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait," tegas Ketua Komisi IV DPRD, Sigit Yuwono ST, Kamis (6/8).

Dalam hearing nanti, Komisi IV meminta manajemen Perumahan GFR mengirimkan direksi yang bisa memutuskan kebijakan. Jangan sampai nanti yang diutus, tingkat manajer ke bawah, yang hanya bisa mendengar hearing saja.

"Ini jangan sampai terjadi, jika tidak mau kita suruh pulang. Utus selevel direktur utama (Dirut)," harapnya.

Dari aduan masyarakat, pada pembangunan perumahan mewah GFR, ada yang membuat taman dengan menutup parit. Kondisi ini melanggar aturan. Ditambah yang tutup itu adalah tanah milik pemerintah dan bukan milik pengembang.

Tidak hanya parit yang dijadikan taman, tapi pagar perumahannya pun terlalu menjorok ke jalan dan tinggi.  Pembangunan ini juga membuat trotoar tidak ada lagi. Kondisi yang terlihat juga tidak ada bak kontrol yang sangat disayangkan.

Perwakilan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pekanbaru, Rudianto yang ikut dalam sidak kemarin menegaskan, yang namanya parit tidak boleh di atasnya dibuat taman. Itu sudah ada aturannya.

"Dari hasil pengecekan kita di lapangan kemarin, kita temui ada taman dibangun di atas parit. Ini menyalahi aturan," akunya.

Sementara itu, perwakilan Perumahan GFR, Yudi Cokro menyebutkan, bahwa pembangunan itu sudah sesuai dengan plan-nya.

"Kita membangun sesuai dengan plan. Terkait komplain masyarakat, bisa ajukan surat ke kita. Nanti kita tanggapi surat tersebut," katanya.(*)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

22 jam ago

Opening Party Honda DBL 2026 Riau Bergulir Hari Ini di Gelanggang Remaja Pekanbaru

Kompetisi basket pelajar bergengsi Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau resmi bergulir mulai…

23 jam ago

Sidang Korupsi Kuansing: Sopir Zulkarnain dan Istri Suhardiman Amby Bersaksi

Persidangan kasus suap mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap alur pembayaran angsuran Pajero Sport dan penguasaan…

1 hari ago

Kabut Asap Makin Tebal, Disdikbud Pelalawan Liburkan Tatap Muka di 8 Kecamatan

Disdikbud Kabupaten Pelalawan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di 8 kecamatan akibat memburuknya kualitas udara…

1 hari ago

Tabrakan Beruntun 10 Mobil di Lampung Akibat Asap Tebal, 2 Orang Meninggal

Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Jalan Lintas Pantai Timur Sumatera, Tulang Bawang, Lampung…

1 hari ago

Persidangan Korupsi Kuansing Ungkap Mantan Kabag Umum Punya Rekening Rp2,9 Miliar

Persidangan perkara korupsi mantan Sekda Kuansing Zulkarnain mengungkap transaksi bernilai total Rp2,9 miliar di dua…

2 hari ago