Categories: Nasional

Lanjutkan Momentum

DUBAI (RIAUPOS.CO) — Indonesia meraih poin pertamanya pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Asia. Ini setelah Evan Dimas dkk sukses menahan imbang Thailand 2-2 di Dubai, Jumat (4/6) lalu.

Kendati sudah positif  jadi juru kunci, tim besutan Shin Tae-yong itu pun punya motivasi besar menatap laga selanjutnya. Yakni menghadapi pimpinan klasemen Vietnam di Stadion Al Maktoum, Senin (7/6) malam, (siaran langsung SCTV pukul 23.45 WIB).

Vietnam telah mengumpulkan 11 poin dalam 5 pertandingan, hasil 3 kali menang dan 2 kali imbang. Sementara Indonesia 1 poin dari enam laga. Kemenangan sangat diperlukan Vietnam untuk menjuarai grup. Sementara bagi Indonesia, kendati sudah tak menentukan lagi, namun motivasi besar Evan Dimas dkk tetap tinggi. Bertanding demi harga diri.

Seperti halnya Thailand, Vietnam adalah seteru berat bagi Indonesia. Apalagi Indonesia memiliki head to head yang lebih baik. Dalam catatan situs 11v11, Indonesia v Vietnam sudah 24 kali bertanding di semua ajang. Hasilnya, ada sebanyak 9 kemenangan digapai Indonesia, 9 hasil imbang, dan sudah 6 kali menelan kekalahan.

Salah satu kekalahan Indonesia dari Vietnam terjadi di pertemuan pertama di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Indonesia kalah 1-3. Dalam 10 pertemuan terakhir, Indonesia v Vietnam berjalan sengit. Indonesia menang 2 kali, Vietnam 2 kali, dan 6 lainnya selesai imbang.

Hanya saja di era kepelatihan Park Hang-seo Vietnam punya rekor bagus kala menghadapi Indonesia berbagai level. Pasukan Garuda selalu kalah dalam empat pertemuan. Pertemuan pertama terjadi pada Maret 2019 dalam babak fase Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020. Vietnam yang kala itu berstatus tuan rumah berhasil menang 1-0 atas Timnas Indonesia U-23. Pertemuan kedua terjadi di fase grup Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 15 Oktober 2019. Saat itu Vietnam berhasil mempecundangi tim asuhan Simon McMenemy dengan skor 3-1.

Pertemuan ketiga dan keempat terjadi di fase grup dan final SEA Games 2019. Vietnam menang 2-1 di fase grup dan makin memperpanjang rekor bagusnya atas Indonesia saat jumpa Indonesia lagi di partai puncak dengan skor 0-3. Kini, Park Hang-seo menatap pertemuan kelima menghadapi Timnas Indonesia.

Kali ini Timnas Indonesia sudah dirombak total dan kursi pelatih pun sudah berpindah tangan ke Shin Tae-yong. Koleganya tersebut untuk sementara berhasil menyumbang poin pertama buat Timnas Indonesia setelah menahan imbang Thailand 2-2. Park Hang-seo berambisi untuk terus melanjutkan tren positif atas Indonesia.

Sementara Shin Tae-yong juga mau melanjutkan momentum bagusnya. Menariknya, kedua pelatih saling mengenal dan sama-sama pernah terlibat di jajaran pelatih Timnas Korea. Park Hang-seo tercatat pernah menjadi asisten pelatih Guus Hiddink di Piala Dunia 2002. Sementara Shin Tae-yong yang lebih muda pernah menangani Korea di Piala Dunia 2018.

Menghadapi Vietnam, Shin Tae-yong memastikan Egy Maulana Vikri Cs bakal berkerja keras lebih dari saat melawan Thailand. “Jujur kami tidak tahu hasilnya akan seperti apa nanti, tetapi kami pasti akan menampilkan yang terbaru dan berusaha semaksimal mungkin,” ungkap Shin.

Sementara penggawa Timnas Indonesia I Kadek Agung Widnyana Putra punya satu tekad utama menghadapi Vietnam.

"Vietnam adalah lawan kami berikutnya. Saya kira mereka mungkin akan tampil ngotot juga, tapi kami di sini juga memiliki daya juang dan semangat yang tinggi. Setelah meraih satu poin lawan Thailand, itu jadi modal kami (untuk laga berikutnya)," tuturnya.(int)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Batal Diusulkan di Desa Wonosari, Dinsos Bengkalis Cari Lokasi Alternatif Pembangunan Sekolah Rakyat

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…

3 jam ago

Modus Investasi Pengangkutan Batu Bara, Pria Berinisial S Ditangkap Polresta Pekanbaru

Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…

4 jam ago

UIN Suska Riau Kukuhkan Prof Afrizal Nur Sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer Pertama

Prof Dr Afrizal Nur dikukuhkan sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer UIN Suska Riau usai menyampaikan…

4 jam ago

Kabut Asap Makin Pekat, Jarak Pandang di Kota Pekanbaru Jadi 800 Meter

Kondisi kabut asap karhutla di Pekanbaru kian memburuk hingga menurunkan jarak pandang menjadi 800 meter…

7 jam ago

Putusan Banding PT Pekanbaru: Hukuman Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Diperberat 4 Tahun Penjara

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru memperberat hukuman Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid menjadi 4 tahun…

1 hari ago

Panjat Atap Hingga Lompat Tembok, Tahanan Narkoba Kabur dari Lapas Pasirpengaraian

Seorang tahanan kasus narkotika berinisial RI melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Pasirpengaraian, Rohul, usai…

1 hari ago