Categories: Nasional

Pemerintah Harus Lebih Tegas soal Mudik Lebaran

JAKARTA(RIAUPOS.CO) – Pemerintah masih belum mengambil keputusan soal larangan mudik lebaran 2020. Padahal, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, pembatasan pergerakan orang harus diberlakukan dengan tegas.

Hingga kini, pemerintah belum mengambil sikap tegas terkait mudik ini. Pemerintah hanya menghimbau masyarakat tidak melakukan mudik guna menghindari penyebaran virus Covid-19 lebih masif di daerah.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta segera memutuskan adanya larangan mudik. Wakil Presiden Ma’ruf Amin telah meminta MUI untuk mengeluarkan fatwa bahwa mudik haram di tengah wabah seperti ini.

“Mengingat sejarahnya, mudik itu lebih bersifat kultural, maka untuk mutusin boleh mudik atau tidak boleh itu tidak perlu menunggu fatma MUI. Cukup diputuskan oleh pemerintah, dalam hal ini presiden,” kata Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Dharmaningtyas kepada JawaPos.com, Selasa (7/4).

Menurutnya, masyarakat akan patuh terkait kebijakan larangan yang telah dibuat pemerintah. Dia mencontohkan, mengenai larangan tidak boleh beribadah di rumah ibadah untuk sementara waktu di tengah wabah Covid-19.

“Larangan tersebut dipatuhi masyarakat tanpa mengundang reaksi caci maki kepada pemerintah, maka semestinya larangan mudik itu pun bisa diputuskan sekarang tanpa takut di-bully,” tambah dia.

Pemerintah sendiri yang selalu mengatakan, tinggal di rumah dan hindari kerumunan. Namun, hingga saat ini masih memperbolehkan mudik yang jelas-jelas berhubungan dengan mobilitas dan keramaian. Ia pun berharap pemerintah dapat memberikan pernyataan tegas terkait pelarangan ini secepat mungkin.

“Jika pemerintah menyadari bahwa kerumunan massa itu merupakan media yang efektif untuk penyebaran virus korona, maka mestinya larangan mudik itu diberlakukan karena mudik pasti akan menciptakan kerumunan massa di stasiun-stasiun, terminal-terminal, bandara, pelabuhan, rest area, dan sebagainya,” terang dia.

Sumber:JawaPos.com 

Editor: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Sidak Bapanas di Pekanbaru Temukan Minyakita Dijual Jauh di Atas HET

Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…

6 jam ago

Atasi Banjir Pekanbaru, Dewan Minta Pemko Fokus ke Saluran Pembuangan

DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.

6 jam ago

Didukung Tokoh Riau, Prof Firdaus Resmi Daftar Bakal Calon Rektor Unri

Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…

6 jam ago

TKA Susulan Digelar 11-14 Mei, Ratusan Siswa Rohil Belum Selesai Ujian

Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…

7 jam ago

Sapi Kurban Presiden untuk Bengkalis Dibanderol Rp96 Juta

Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…

8 jam ago

Razia PETI di Kuansing, 10 Rakit Penambang Emas Ilegal Dibakar Polisi

Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…

8 jam ago