Categories: Nasional

Pemulangan Anak-Anak WNI Eks ISIS, BNPT Buka Peluang

JAKARTA(RIAUPOS.CO)– Opsi pemulangan 660 Warga Negara Indonesia (WNI) eks kombatan ISIS memang menjadi dilema. Sebab, mereka bisa menjadi ancaman baru di Indonesia. Di sisi lain, ada tugas pemerintah untuk melindungi warga negaranya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius membuka peluang memulangkan anak-anak yang berada di kamp penampungan di Syria. Dia berpandangan, negara memiliki kepentingan menyelematkan masa depan anak-anak tersebut, agar tidak masuk kelompok teroris seperti orang tuanya.

Dengan begitu, rantai penyebaran ideologi teroris bisa terputus. Sekalipun berstatus sebagai anak teroris, diharapkan mereka bisa menjalani kehidupan normal di masa mendatang.

“Karena kalau kita biarkan, anak-anak ini akan mengadopsi kekerasan orang tuanya. Kita selamatkan mereka. Mungkin orang tua terpaksa mereka, terpaksa ngalahlah sama ideologinya,” kata Suhardi di kantor BNPT, Jakarta, Jumat (7/2).

Akan tetapi, Suhardi mengakui tidak mudah mengambil opsi pemulangan. Karena meskipun masih anak-anak, terkadang ada pula yang ideologi terorisnya sudah sangat melekat. Kondisi ini pernah dijumpai BNPT saat berusaha memulangkan anak pelaku bom bali, Imam Samudra.

Saat itu pemulangan gagal karena anak Imam Samudra menolak mentah-mentah program pemerintah. Dia ngotot berperangan di Syria hingga akhirnya terbunuh.

“Ada dua, keinginan dari orang-orang itu, pertama internal mereka bisa baik, organisasi, yang kedua eksternal, bagaimana penerimaan masyarakatnya,” ucap Suhardi.

Oleh karena itu, penyandang bintang 3 polri itu menilai perlu ada assesment terhadap masing-masing individu ketika opsi pemulangan diambil. Dengan begitu, saat dipulangkan bisa mengikuti program deradikalisasi agar tak lagi berpaham radikal.

Bagi BNPT radikalisasi kepada anak sudah biasa dilakukan. Sudah banyak upaya yang dilakukan. “Yang perlu kita siapkan, anak anak kita, generasi muda jangan sampai terpapar. Semuanya bisa terpapar, bahkan enggak berkontak sama orang pun bisa,” pungkas Suhardi.

Sumber: jawapos.com
Editor :Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

2 jam ago

Kabut Asap Karhutla Kian Pekat, 2.220 Warga Pelalawan Terserang Penyakit ISPA

Dampak kabut asap karhutla di Pelalawan sebabkan 2.220 warga terserang ISPA. Pemkab Pelalawan menyiagakan posko…

3 jam ago

Kualitas Udara Memburuk, Kasus ISPA di Kabupaten Kampar Tembus 1.740 Pasien

Kualitas udara Bangkinang masuk kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap karhutla. Dinkes Kampar mencatat…

3 jam ago

PSPS Pekanbaru vs Persiraja Banda Aceh: Momentum Asykar Bertuah Bangkit di Laga Kandang

Gagal meraih poin di laga pembuka, PSPS Pekanbaru fokus melakukan evaluasi total jelang laga kandang…

3 jam ago

Menggugah Selera, Grand Elite Hotel Pekanbaru Hadirkan Menu Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang

Grand Elite Hotel Pekanbaru menghadirkan promo menu nusantara Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang lezat buatan…

12 jam ago

Operasional 1.276 SPPG Dihentikan Sementara, BGN Pastikan Pasokan Makan Bergizi Gratis Tetap Aman

Badan Gizi Nasional menindak tegas 1.276 SPPG dengan menghentikan sementara operasionalnya akibat belum memenuhi kriteria…

12 jam ago