Categories: Nasional

Luncurkan Monitoring Karantina Presisi

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo  merealisasikan instruksi Presiden Jokowi untuk memperketat protokol kesehatan (prokes) pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Korps Bhayangkara meluncurkan aplikasi bernama Monitoring Karantina Presisi yang mampu mendeteksi lokasi peserta karantina untuk memastikan PPLN mematuhi karantina. Petugas karantina juga diawasi untuk menekan kemungkinan main mata dengan mengeluarkan peserta karantina.

Aplikasi tersebut diluncurkan kemarin di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Cara kerja aplikasi ini efektif untuk bisa mencegah kemungkinan PPLN tidak menjalani karantina. Setelah aplikasi tersebut aktif, maka secara otomatis posisi koordinat dari setiap peserta karantina atau PPLN terpantau secara real time atau setiap saat. Saat peserta karantina terdeteksi bergerak keluar dari kawasan karantina, maka petugas akan mendapatkan pemberitahuan atau notifikasi.

Notifikasi itu akan muncul setelah peserta berjarak melebihi 200 meter dari area karantina. Dengan notifikasi itu, petugas bisa mencegah atau mencari keberadaan dari peserta karantina yang tidak patuh. Yang juga patut diacungi jempol, dalam aplikasi itu juga tercatat data identitas para petugas karantina dan area tugasnya. Aplikasi itu hanya bisa diakses peserta karantina, petugas lapangan, command center dan pimpinan.

Sigit mengatakan bahwa mengaktifkan aplikasi Monitoring Karantina Presisi ini sifatnya wajib bagi PPLN. Penggunaan aplikasi ini diperkuat di pintu masuk Indonesia, seperti bandara internasional dan pelabuhan.

"Aplikasi ini mewujudkan instruksi Presiden Jokowi agar memperketat karantina untuk PPLN," tegasnya.

Dengan aplikasi ini, petugas juga akan sangat terbantu dalam mengawasi setiap peserta karantina. PPLN akan bisa terawasi secara ketat dan disiplin. Sehingga, kemungkinan penyebaran Covid-19, khususnya varian Omicron mampu dicegah.

"Omicron ini sebagian besar dari imported case," ujarnya.

Karena adanya aplikasi tersebut, petugas tidak lagi memiliki alasan untuk lengah atau abai dalam mengawasi penegakan prokes untuk PPLN.

"Saya ingatkan di luar negeri kasus Covid 19 varian Omicron peningkatannya sangat besar. Indonesia masih terkendali dan harus dijaga," terangnya.

Dalam aplikasi tersebut juga terdapat dashboard yang bisa memantau keterisian lokasi karantina dan statistik peserta karantina, sekaligus waktu berakhirnya masa karantina. Bahkan, hasil tes PCR dari peserta karantina juga tercantum.

"Petugas sangat dimudahkan," paparnya.

Menurutnya, aplikasi tersebut juga diakses oleh command center dan pimpinan, karena itu aplikasi ini tidak hanya mampu mengawasi peserta karantina. Tapi, kinerja petugas karantina juga dapat diawasi dan dikontrol.

"Yang kita ikut secara real time tidak hanya peserta karantina, petugasnya juga," papar mantan Kapolda Banten tersebut.

Untuk peserta karantina juga sangat dimudahkan dengan hanya check in menggunakan QR-code. Setelahnya, aplikasi ini bisa menghitung sendiri masa karantina yang akan ditempuh. Saat masa karantina berakhir, maka petugas dan command center akan mendapatkan notifikasi. "Jadi, gampang sekali," ungkapnya.

Sigit menjelaskan, kebijakan membuat aplikasi tersebut perlu dipahami masyarakat. Bahwa negara berupaya melindungi warga negara dan menegakkan aturan untuk mencegah penyebaran Covid 19 dengan berbagai variannya. "Ini bentuk perlindungan negara terhadap warganya," terangnya.

Dengan semua itu, Kapolri berharap masyarakat melaksanakan aturan dengan baik. Saat Covid 19 mampu dikendalikan, tentunya berbagai event internasional dapat berlangsung di Indonesia. Hal tersebut akan berkontribusi terhadap roda perekonomian. "Kuncinya dengan mengendalikan Covid 19," paparnya.(idr/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Peringati Waisak, PSMTI Riau Kumpulkan Ratusan Kantong Darah untuk PMI

PSMTI Riau bersama PMI Pekanbaru menggelar donor darah dalam rangka Waisak 2570 BE. Ratusan peserta…

21 jam ago

Kloter Pertama Haji Riau Berangkat dari Jeddah 4 Juni, Jemaah Diminta Patuhi Aturan

Jemaah haji Riau mulai dipulangkan dari Jeddah pada 4 Juni. Kemenhaj mengingatkan larangan membawa air…

21 jam ago

Belasan Gajah Liar Masuk Kebun Warga di Rumbai, Tim Gabungan Bergerak Tengah Malam

Sekitar 12 gajah liar masuk ke perkebunan warga di Muara Fajar, Rumbai. Tim gabungan berhasil…

21 jam ago

Program CKG Belum Diminati, Baru Setengah Juta Warga Riau Periksa Kesehatan Gratis

Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…

24 jam ago

Awas! Buaya “Beni” Kembali Muncul di Arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah

Kemunculan buaya "Beni" di arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah membuat warga diminta waspada…

1 hari ago

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

2 hari ago