pks-minta-jokowi-samakan-persepsi-jajarannya-soal-konflik-natuna
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman menyoroti adanya perbedaan pendapat antara menteri terkait perairan Natuna yang diklaim milik Cina. Karena, apabila perbedaan pendapat itu terus ditampilkan di publik maka Indonesia akan merugi di kancah internasional.
“Jangan dibiarkan pendapat ini beragam begitu saja. Karena itu akan melemahkan Indonesia dari sisi pihak luar,” ujar Sohibul kepada wartawan, Selasa (7/1).
Sohibul menuturkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bisa turun tangan menyatukan pendapat para menteri terkait Natuna. Jangan lagi ada perbedaan pendapat di tampilkan di publik.
”Karena itu PKS minta Pak Jokowi benar-benar menyatukan pendapat di kalangan para pejabatnya,” katanya.
Selain itu Sohibul berpesan kepada pemerintah untuk bisa membedakan masalah kedaulatan negara dengan ekonomi. Jangan mengorbankan kedaulatan hanya karena selama ini Tiongkok berinvestasi di Indonesia.
“Janganlah mengait-ngaitkan kedaulatan dengan persoalan investasi. Itu dua hal yang sangat jauh,” tegasnya.
Menurut Sohibul, investasi Tiongkok memang sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Namun jangan korbankan kedaulatan Indonesia hanya semata-mata demi investasi. ”Investasi dibutuhkan, tapi kalau itu kemudian mengorbankan kedaulatan, buat apa investasi?” pungkasnya
Editor: Deslina
Sumber: jawapos.com
Declan Rice yakin Inggris memiliki deretan penendang penalti terbaik jelang fase gugur Piala Dunia 2026…
Pertamina resmi menurunkan harga BBM nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax Turbo…
BRK Syariah membuka 300 rekening SimPel di SMPN 37 Pekanbaru sekaligus mengedukasi siswa tentang pentingnya…
Terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang pria di Rumbai menyerahkan diri ke Polresta Pekanbaru dan…
TSA Unri dan Tanoto Fellow Riau menghadirkan pembelajaran numerasi berbasis permainan di SDN 57 Pekanbaru…
Pemko Pekanbaru menyiapkan lima setel seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi 7.000 hingga 8.000 siswa…