Categories: Nasional

Simulasi Siak Bebas Asap 2020

SIAK (RIAUPOS.CO) — Simulasi kebakaran hutan dan lahan di Polsek Koto Gasib dihadiri Kapolres. Dengan simulasi diharapkan Siak Bebas Asap 2020 mendatang.

Demikian dikatakan Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya di hadapan Wakapolres Kompol Hariri, Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan yang juga sebagai tuan rumah, para kasat, Administratur PT KTU Ahmad Zulkarnain, Humas KTU Azra, dan tamu undangan lainnya.

"Jangan sampai pada 2020 ada karhutla yang tidak bisa ditangani dan dikendalikan. Semua harus bersinergi, pemerintah, maupun masyarakat dari sekarang sudah mempersiapkan diri," ungkapnya.

Kenapa simulasi dimulai dari sekarang, karena pertengahan Desember disibukkan persiapan Natal dan tahun baru. “Di situ juga ada ancaman dan kita berkewajiban menjaga wilayah kita,” katanya.

Perlu diketahui ada 137 gereja, namun setelah didata ulang ternyata jumlahnya 185. Belum diketahui apakah permanen atau tempat ibadah.

"Jumlah itulah yang harus kami amankan. Konsentrasi kita fokus sampai tahun baru," ungkapnya.

Makanya saat ini dilakukan simulasi menghadapi 2020, karena diprediksi panas akan melanda Siak dan Riau.

“Saya minta inventaris semua masalah di Polsek terkait penanganan karhutla.

Bila perlu kita minta anggaran ke pemkab untuk siaga bersama alat dan tim karhutla, karena pencegahan lebih baik,” jelasnya.

Sementara Camat Koto Gasib Dicky Sofyan mengatakan, simulasi  melibatkan sejumlah pihak, Tim Balakhar, BPBD Cluster 3 dan lainnya.

“Kecamatan Koto Gasib saat ini memiliki 11 kampung, dari jumlah itu, 8 kampung rawan karhutla dan tanahnya gambut,” jelasnya.

Beberapa bulan lalu, di Rantau Panjang, Sri Gemilang terjadi karhutla. Keberhasilan itu, membuat pihaknya bersinergi.

“Bahkan kami sangat aktif, dengan melakukan patroli bersama dan kami merasa terbantu atas kegiatan yang telah dibuat Polsek Koto Gasib, terutama sejak Pak Suryawan memimpin Poldek,” jelasnya.

Sementara Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan merasa senang, simulasi berjalan lancar.

“Dia berharap, realita di lapangan nantinya lebih baik dari dimulai, sehingga Siak bebas asap 2020, dapat terealisasi,” ucapnya.

Sementara Administratur KTU mengatakan, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, sudah selayaknya melengkapi dengan peralatan damkar.

“Dan bekerja sama dengan pemerintah kecamatan pihaknya berupaya loyal, sehingga Koto Gasib dan Siak bebas asap 2020,” katanya.(mng)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Makam Remaja Korban Dugaan Perundungan Dibongkar, Polisi Cari Fakta Baru

Polda Riau membongkar makam remaja yang diduga menjadi korban perundungan. Hasil autopsi akan menjadi bukti…

1 hari ago

Mobil Ayah Sendiri Digondol Anak Kandung, Polisi Bergerak Cepat Tangkap Pelaku

Pria di Kampar ditangkap usai diduga mencuri mobil dan ponsel milik ayah kandungnya. Pelaku juga…

1 hari ago

HSBL Seri Perawang Resmi Bergulir, Siak Bidik Lahirkan Wakil Tangguh ke DBL

Riau Pos-HSBL 2026 Seri Perawang resmi dibuka di GOR Tualang. Pemkab Siak berharap kompetisi melahirkan…

1 hari ago

Teror Monyet Belum Usai, Pembelajaran Daring Diterapkan Demi Keselamatan Siswa

Teror monyet liar di Tembilahan kini mengganggu aktivitas sekolah. Siswa dipulangkan dan pembelajaran daring diterapkan…

1 hari ago

Tiga Hari Dicari, Satu Korban Kapal Tenggelam Ditemukan Tewas, Satu Masih Hilang

Tim SAR menemukan Amir meninggal dunia pada hari ketiga pencarian korban kapal tenggelam di Meranti.…

1 hari ago

Pendaftaran Masih Dibuka, 830 Peserta Sudah Amankan Tempat di Gowes Merdeka

Peserta Riau Pos Gowes Merdeka 2026 telah mencapai 830 orang dari 81 komunitas. Pendaftaran masih…

1 hari ago