Jamaah calon haji melakukan potong rambut atau tahalul di Makkah.(ZAINUDDIN BOY FOR RIAU POS)
MAKKAH (RIAUPOS.CO) — Sesuai jadwal dari otoritas Arab Saudi, layanan katering dan bus salawat dihentikan mulai hari ini (6/8). Jamaah harus mencari makan sendiri selama di hotel. Layanan katering baru diberikan kembali pada 15 Zulhijah atau 16 Agustus. Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong menuturkan, sebaiknya jamaah berkoordinasi dengan ketua kloter masing-masing. Tujuannya agar bisa dikoordinasikan urusan makan dengan pihak hotel. Jadi, selama katering dihentikan, jamaah bisa mendapat katering dari pihak hotel.
"Koordinasikan itu (urusan katering, red) supaya jamaah tidak sampai kehabisan makanan," jelasnya di Makkah, Senin (5/8).Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu berada di Makkah bersama sejumlah anggota DPR lainnya dalam rangka misi pengawasan penyelenggaraan ibadah haji. Ali Taher mengakui bahwa pemerintah sudah mengupayakan supaya jamaah mendapatkan katering selama di Makkah. Namun ternyata kondisi dan situasi di Makkah tidak memungkinkan. Ia menuturkan bahwa seluruh dapur penyedia katering haji berada di ring 1 Makkah.
Nah, pada 6 Agustus tersebut sejumlah akses di pusat Kota Makkah ditutup. Sehingga truk-truk pengangkut makanan dari dapur menuju hotel tidak bisa beroperasi. Sehingga diputuskan tidak ada penyediaan katering pada tanggal-tanggal tersebut. Begitu pula dengan layanan bus salawat dari hotel ke Masjidilharam juga berhenti sementara mulai hari ini.
Ali Taher menjelaskan bahwa jamaah tahun ini tetap mendapatkan uang saku atau living cost 1.500 riyal atau sekitar Rp5,7 juta. Uang tersebut menurutnya, di antaranya bisa digunakan untuk membeli makan selama ada penghentian layanan katering.
Sejumlah kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) sudah siap terkait dengan penghentian katering itu. Di antaranya yang dijalankan oleh rombongan KBIH Assunniyyah Kencong, Jember, Jawa Timur. Ketua KBIH Assunniyyah Gus Ahmad Ghonim Jauhari mengatakan jamaahnya akan memasak di dapur hotel.
"Di hotel (Arkan Bakkah, red) ada tempat masak, semacam dapur mini," tuturnya.
Gus Ghonim menuturkan sekitar 90 persen jamaah KBIH Assunniyyah masak di hotel. Apalagi jamaahnya juga membawa beberapa peralatan masak dari Tanah Air. Rencananya kegiatan masak bersama di hotel dilakukan mulai pukul 06.00. Ketua Daerah Kerja (Daker) Makkah Subhan Cholid menuturkan, jamaah mendapatkan 40 kali makan siang dan malam selama 20 hari di Makkah.(oni/*lyn/jpg)
Editor: Arif Oktafian
Pemkab Rohul mencatat realisasi APBD 2025 sebesar Rp1,9 triliun atau 92,87 persen dan kembali meraih…
Mahasiswa FK Unri mengubah lahan kosong di Teluk Makmur, Dumai, menjadi kebun TOGA produktif untuk…
Disdik Riau mengumumkan 70.616 peserta lulus SPMB 2026. Bagi yang belum diterima, tersedia 2.179 kursi…
Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 km pada 2026, disertai pembangunan drainase…
Buron 3 tahun kasus 15 kg sabu di Bengkalis berinisial A (48) akhirnya ditangkap Polres…
DPRD Kampar melantik Idris sebagai anggota PAW Fraksi PAN untuk sisa masa jabatan 2024–2029 dalam…