Categories: Nasional

Peneliti Ungkap Sistem Imun Pasien Covid-19 Saat Terinfeksi

SINGAPURA (RIAUPOS.CO) – Masuknya virus ke dalam tubuh ditentukan oleh sistem imun tubuh. Ketika virus menyerang tubuh, hal itu dipengaruhi oleh sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap infeksi. Begitu juga saat tubuh tertular virus corona jenis baru atau Covid-19.

Sistem kekebalan tubuh memiliki respons perlindungan. Tetapi kadang-kadang, respons itu juga bisa berbahaya.

Misalnya, jika sistem kekebalan tubuh bekerja berlebihan, itu bisa merangsang produksi protein berlebih yang disebut sitokin. Sehingga dapat menyebabkan peradangan. Sitokin adalah pembawa pesan molekuler dari sistem kekebalan tubuh.

Untuk pasien Covid-19, badai sitokin ini dapat menyebabkan gejala seperti sesak napas atau gangguan pernapasan. Tim ilmuwan Singapura telah menemukan bahwa pasien Covid-19 dapat memiliki respons imun yang dinamis dan berfluktuasi terhadap virus, terutama pada tahap awal penyakit.

Misalnya, ketika sistem kekebalan tubuh merespons dengan memproduksi lebih banyak sitokin, itu berkorelasi dengan periode ketika pasien merasa lebih sakit dan mengalami gangguan pernapasan, seperti sesak napas. Studi ini dipublikasikan minggu lalu di jurnal ilmiah Cell Host and Microbe seperti dilansir dari Straits Times, Senin (6/4).

“Temuan ini penting karena dapat membuka jalan untuk penelitian obat dan mencegah reaksi kekebalan yang berbahaya dan dapat memperburuk penyakit,” kata anggota tim peneliti, Dr Eugenia Ong, peneliti senior di Viral Research and Experimental Medicine Centre, sebuah unit dari SingHealth Duke-NUS Academic Medical Center, dan program Emerging Infectious Diseases.

Saat mempelajari tiga pasien Covid-19, para ilmuwan menemukan bahwa sistem kekebalan pasien menunjukkan perubahan nyata dalam cara mereka menangani patogen yang menyerang. Sebagai pembawa pesan molekuler, sitokin membantu menandai keberadaan patogen asing di dalam tubuh, sehingga unsur-unsur lain dari sistem kekebalan tubuh dapat berperan untuk menyingkirkan virus. Tetapi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak sitokin, ini dapat menyebabkan peradangan.

“Produksi sitokin ini diatur oleh gen,” kata salah satu penulis utama penelitian, Professor Jenny Low.

Studi ini mencatat bahwa proses yang merangsang produksi sitokin pada pasien berbeda dari hari ke hari. “Dalam penelitian ini, kami menemukan bahwa respons kekebalan awal setelah dimulainya gejala sangat dinamis, yang berarti bahwa penelitian perlu memperhitungkan fluktuasi harian dalam aktivasi atau penonaktifan gen kekebalan yang secara kolektif membentuk keparahan penyakit di Covid-19 pasien,” kata Prof Low yang juga merupakan Associate Professor di program Emerging Infectious Diseases di Duke-NUS.

“Karena penginderaan patogen asing memicu kaskade peristiwa molekuler, maka mengkarakterisasi respons imun pada fase awal penyakit adalah penting untuk memahami bagaimana reaksi imun akhir diperoleh,” tambah Prof Low.

Profesor Lisa Ng yang tidak terlibat dalam proyek penelitian, mengatakan studi tentang tahap awal infeksi Covid-19 penting dilakukan karena dapat menyebabkan peluang untuk intervensi penyembuhan di tahap awal. “Berpotensi, beberapa obat yang disetujui secara klinis dapat digunakan untuk menargetkan jalur peradangan tertentu untuk mengendalikan peradangan yang disebabkan oleh virus, sehingga pasien bisa ditangani lebih tepat,” kata Prof Ng.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

HUT ke-242 Pekanbaru, Wako Agung Luncurkan Logo dan Uji Coba Bus Listrik

Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…

11 jam ago

68 Petugas Sensus Ekonomi Siak Resmi Dikukuhkan, Bupati Afni Tekankan Integritas dan Kejujuran

Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…

12 jam ago

Karhutla Kembali Mengganas di Rupat, Dua Helikopter Water Bombing Diterjunkan

Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…

12 jam ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid, Saksi Sebut Dana Rp1 Miliar Dilaporkan Langsung ke Gubernur

Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…

1 hari ago

Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…

1 hari ago

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi MBG, Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan

Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…

2 hari ago