Categories: Nasional

Paradigma Baru Pengelolaan Sampah, Jadi Tanggung Jawab Bersama

(RIAUPOS.CO) – DARI tahun ke tahun, sampah masih menjadi masalah. Pemerintah juga sudah berusaha untuk mengurangi produksi sampah masyarakatnya melalui berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rosa Vivien Ratnawati SH MSD menyampaikan, terjadi perubahan paradigma pengelolaan sampah dari linier economy ke circular economy (CE).

Sebelum 2008 terjadi paradigma end of pipe solution, di mana sampah menjadi beban pencemar, tidak ada perubahan perilaku minim sampah, tidak ada pengurangan sampah di sumber produksi sampah, sampah bukan resource, tidak ada efisiensi sumber daya alam (SDA), eksploitasi SDA berlebihan linier economy (produce-consume-dispose).

Kemudian paradigma 3R, Recycle, Reuse, dan Reduce pada tahun 2008 – 2015, pengelolaan sampah dilakukan dengan mengurangi beban pencemar dari sampah, terjadi perubahan perilaku minim sampah, pengurangan sampah di sumbernya, sampah sebagai resource, efisiensi SDA, membatasi eksploitasi SDA (virgin resource).

Setelah itu, sejak tahun 2015 hingga saat ini dilakukan Extended Producer Responsibility (EPR) dan CE, yaitu produce consume-recycle and reuse, biological nutrients biosphere restoration, re-design kemasan (less disposable more recycleable and reusable), menggunakan ulang dan mendaur ulang samah selama bisa (make waste a new life as long as possible), mencapai sustainable cities and communities (SDG goal nomor 11), dan mencapai responsible consumption and production (SDG goal nomor 12). "Jadi terjadi perubahan paradigma pengelolaan sampah dari tahun ke tahun," ungkapnya dalam talkshow gaya hidup berkelanjutan bertajuk Gaya Hidup Kekinian untuk lingkungan hidup yang lestari, Sabtu (5/3).

Ia menjelaskan, dalam paradigma lama kondisi sampah masih diangap sesuatu yang tidak punya nilai. Sehingga 91 persen sampa masih ditimbun, dibakar, dan dibuang ke lingkungan. "Hanya 9 persen saja sampah plastik didaur ulang," ujarnya.

Sementara itu, dalam paradigma baru yang harus diterapkan dalam mindset masyarakat saat ini adalah, setiap orang merupakan penghasil sampah maka setiap orang bertanggungjawab atas sampahnya. "Sampahku tanggung jawabku, sampah kita tanggung jawab kita," tutur Rosa.

Selain itu, langkah yang benar dalam mengelola sampah adalah dengan mencegah dan mengurangi timbulnya sampah oleh setiap elemen penghasil sampah. Jika masih ada sampah yang timbul, manfaatnya kembali ke sampah. Jika masih ada sampah yang belum termanfaatkan kembali, lakukan daur ulang sampai sampah menjadi bahan baku atau energi. Upaya terakhir adalah menimbun sampah residu di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Rosa  memaparkan, langkah praktis daur ulang yang bisa dilakukan siapapun di antaranya adalah dengan mengomposkan sisa makanan dan sampah taman, mengolah sampah organik dengan maggot BSF, memilah sampah layak daur ulang, menyetorkan sampah layak daur ulang di bank sampah, menyedekahkan sampah layak daur ulang, memanfaatkan kain perca, membuat kertas daur ulang, dan melaukan upcycling.

"Di kantor-kantor juga sudah dilakukan penerapan eco-office. Seperti di Kantor P3E Balinusra, yaitu dengan tidak mempergunakan kemasan plastik dalam konsumsi rapat, kemasan snack dengan ingke dan daun, jar dan gelas sebagai pengganti air mineral kemasan plastik. Kopi, teh, dan dispenser di ruang rapat," paparnya dalam agenda daring ini.

Tak hanya itu, ia juga menyarankan kepada masyarakat untuk selalu menghabiskan makanan, dan jika masih tersisa, maka dikomposkan. Menurutnya 50 – 60 persen komposisi sampah di Indonesia adalah sampah organik. (ali)

Laporan MUJAWAROH ANNAFI, Pekanbaru

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Polda Riau Tanam Kembali Mangrove Rusak Seluas 118 Hektare di Rohil

Kapolda Riau memimpin penanaman kembali mangrove rusak seluas 118 hektare di Rohil sebagai tindak lanjut…

13 jam ago

Truk Besar Dilarang Masuk Pusat Kota Ujung Batu, Dishub Rohul Mulai Bertindak

Dishub Rohul mulai menertibkan truk besar yang masuk pusat Kota Ujung Batu. Kendaraan berat diwajibkan…

14 jam ago

Astra Group Pekanbaru Salurkan Beasiswa untuk 32 Pelajar Berprestasi

Astra Group Pekanbaru kembali menyalurkan beasiswa kepada 32 siswa berprestasi SD hingga SMA di KBA…

14 jam ago

Tribun Bergemuruh! Aksi Suporter Warnai Sengitnya HSBL Bagansiapiapi

HSBL Bagansiapiapi Series 2026 memasuki laga penentuan. SMA Bintang Laut berpeluang menjadi juara, sementara aksi…

14 jam ago

MK Kabulkan Gugatan, Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Internet Pengguna

MK menegaskan sisa kuota internet merupakan hak konsumen yang bernilai ekonomi. Operator wajib menyediakan pilihan…

1 hari ago

Enam Jam Geledah Kantor Disdik Riau, Penyidik Bawa Dokumen dan Barang Elektronik

Kejati Riau menggeledah Kantor Disdik terkait dugaan korupsi pengadaan IFP 2024 senilai Rp9,6 miliar dan…

1 hari ago