prilly-latuconsina-produseri-film-tentang-mental-health
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Prilly Latuconsina sukses membintangi sejumlah film. Di antaranya adalah film berjudul Danur, Rasuk, Hangout, dan yang lainnya. Dia juga sukses bermain sinetron. Salah satu sinetron yang sukses mengatrol namanya di dunia hiburan adalah Ganteng Ganteng Serigala (GGS).
Walaupun sukses sebagai seorang aktris, Prilly Latuconsina tidak mau cepat berpuas diri. Dia kini justru menjajal profesi baru sebagai produser film dan mau menggarap film pertama tentang mental health. Untuk film ini, ide ceritanya berasal dari Prillly secara langsung.
"Aku enggak bisa nunggu production house untuk nawarin aku cerita itu. Aku khawatir enggak ada yang angkat, makanya aku angkat sendiri," kata Prilly beralasan saat ditemui di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (5/3).
Film tentang mental health ini memiliki genre drama. Kini proses penulisan skrip filmnya sedang berlangsung dan ditargetkan akan mulai proses syuting pada Agustus 2020 mendatang.
"Kalau tidak ada halangan, doain, penulisan skrip berjalan lancar. Agustus kita mulai produksi dan ini pengalaman pertama aku jadi produser," ungkap Prilly Latuconsina antusias.
Selain sebagai produser, aktris yang memmiliki 33,6 juta pengikut di Instagram itu juga terlibat dalam film yang diproduserinya itu. Namun sayangnya Prilly masih merahasiakan siapa saja pemain lain yang bakal terlibat memperkuat film yang merupakan debutnya sebagai seorang produser.
Prilly mengakui kalau project ini dibuatnya dengan modal nekat. Di tengah pemerimaan masyarakat terhadap film Indoneska yang semakin luas, Prilly tidak ada kekhawatiran kalau filmnya tidak akan laku.
"Untuk zaman sekarang kita enggak usah takut ini film laku apa enggak. Karena banyak film yang kita enggak sangka tiba-tiba 2 juta penonton. Atau film yang kita sangka bakal laku malah enggak," papar Prilly.
Sumber: Jawapos.co
Editor: Rinaldi
Sebanyak 85.425 kendaraan di Kuansing tercatat menunggak pajak dengan total Rp20,7 miliar. Pemilik kendaraan diminta…
Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru baru mencapai 60 persen meski ditargetkan selesai 2025. Wako minta maaf…
Jukir liar diduga meminta tarif parkir Rp15 ribu di Jalan Sudirman Pekanbaru. Dishub turun tangan…
Sebanyak 77 peserta mengikuti uji kompetensi seleksi kepala sekolah TK, SD, dan SMP Negeri di…
Riau Bershalawat bersama Habib Syech digelar Senin malam di Masjid Raya Annur Pekanbaru. Masyarakat dan…
Harga BBM non-subsidi Pertamina turun mulai 1 Agustus 2026. Pertamax Turbo, Pertamax, dan Pertamax Green…