Categories: Nasional

Waspada, Puncak Musim Hujan Februari dan Maret

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, puncak musim penghujan akan jatuh pada Februari dan Maret mendatang. BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu siaga menghadapi cuaca ekstrem tersebut.

“Saat ini sudah masuk musim hujan, untik puncaknya lebih didominasi bulan Februari dan Maret,” kata Kepala Bidang Desiminasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Harry Tirto Djatmiko dihubungi JawaPos.com, Senin (6/1).

Harry menyampaikan, masyarakat diimbau untuk tetap siaga dan berhati-hati menghadapi puncak musim penghujan. Karena terdapat dampak yang ditimbulkan seperti banjir, tanang longsor, banjir bandang, angin kencang dan lainnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo menyampaikan, BMKG mendeteksi munculnya dua bibit siklon tropis, yaitu 91S di Samudera Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Timur dan 92S di Laut Arafuru sebelah selatan Tual. Posisi kedua bibit siklon tropis ini berada dekat dengan wilayah Indonesia, memberikan dampak terhadap kondisi cuaca maupun gelombang laut.

“Bibit siklon tropis 91S di Samudera Hindia lebih berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dibandingkan 92S di Laut Arafura,” ujar Mulyono.

Mulyono menuturkan, bibit siklon tropis ini memberikan dampak munculnya hujan intensitas sedang hingga lebat dan angin kencang, khususnya di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, kondisi perairan pun akan terdampak akibat bibit siklon tropis ini berupa gelombang laut dengan tinggi 2.5 sampai 4.0 meter di perairan Selatan Jawa Tengah hingga Selatan NTB, Samudera Hindia Selatan Pulau Jawa hingga Selatan NTB, Perairan Selatan Pulau Sumba, Laut Sawu, Perairan Pulau Sabu dan Pulau Rote, Perairan Utara NTT, Laut Flores, Perairan Kepulauan Kai-Aru.

“Bibit siklon tropis 91S dalam satu hingga dua hari kedepan berpotensi tinggi menjadi siklon tropis, namun bergerak selatan hingga barat daya semakin menjauhi wilayah Indonesia,” terang Mulyono.

BMKG memprakirakan, musim siklon tropis di wilayah sebelah selatan Indonesia biasanya terjadi pada November-April. Bersamaan dengan periode musim hujan di Indonesia, sehingga keberadaan siklon tropis dapat meningkatkan intensitas curah hujan dan kecepatan angin. “Informasi bibit siklon tropis ini melengkapi informasi pada peringatan dini cuaca yang masih berlaku,” tukas Mulyono.

Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Agung Nugroho Wajibkan Seluruh Provider Ikut Bereskan Kabel FO Semrawut di Pekanbaru

Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…

1 jam ago

Diduga Kompresor Mati Saat Menyelam, Pria di Sungai Indragiri Masih Hilang

Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…

1 jam ago

Lima Tahun Direstorasi, Mangrove Teluk Pambang Bengkalis Kini Jadi Sorotan Dunia

Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…

2 jam ago

Pemko Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas LGBT, Satpol PP Diminta Perketat Pengawasan

Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…

2 jam ago

UPTJJ Wilayah VI Tuntaskan Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Rohul

Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…

2 jam ago

Junaidi Resmi Jadi Tersangka OTT di Siak, Polisi Dalami Dugaan Kasus Kapal Gratis

Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…

3 jam ago