Categories: Nasional

RAPP-APR Latih Kader Posyandu dengan Protokol Kesehatan

PANGKALAN KERINCI –
Posyandu menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting. Para kader posyandu
harus memiliki pengetahuan tentang pengelolaan posyandu dengan baik dan benar.
Mendukung hal tersebut, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan PT Asia
Pacific Rayon (APR) mengadakan Pelatihan Sistem Pencatatan Posyandu untuk 16
posyandu di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Kamis (5/11). Langkah ini
dilakukan dengan tetap mengedepankan keamanan sesuai protokol kesehatan di masa
pandemi saat ini.

 

Ketua Posyandu Kusuma,
Suryani mengatakan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para kader agar
mengetahui alur dan sekaligus meningkatkan kinerja kader untuk mendukung
pencatatan serta pelaporan yang baik. Pihaknya diajarkan cara menggunakan alat
antropometri seperti alat pengukur tinggi dan sistem informasi posyandu.

 

“Setiap bulan ada
45-50 anak yang datang ke Posyandu Kusuma. Kami sangat terbantu dengan adanya
pelatihan ini agar bisa mendeteksi bayi dan balita yang mengalami gizi buruk.
Sejak Maret, kami memiliki satu balita yang mengalami gizi buruk dan saat ini
sudah ada perkembangan yang baik,” tuturnya.

 

Manager Community
Development RAPP, BR Binahidra Logiardi mengatakan pelatihan ini meningkatkan
kapasitas para kader posyandu dalam dapat membantu program pemerintah untuk
menurunkan angka stunting di Indonesia, terutama di Pangkalan Kerinci,
Pelalawan. Ia mengatakan pelatihan tidak lagi difokuskan pada satu tempat,
tetapi mendatangi satu per satu posyandu yang menjadi peserta pelatihan. Hal
ini diterapkan guna menerapkan protokol kesehatan COVID-19 untuk tidak
berkumpul terlalu banyak.

 

“Peserta pelatihan
setiap posyandu ada lima orang, jadi total yang kami latih sekitar 60 orang
kader untuk tahap awal,” jelasnya.

 

Dilanjutkan Binahidra,
program ini merupakan salah satu penerapan tujuan dari Program Pembangunan
Berkelanjutan (SDGs) PBB dimana perusahaan bagian dari grup APRIL ini
menetapkan salah satunya pada tujuan nomor 3, yakni kesehatan yang baik dan
kesejahteraan. 

 

“Penerapan SDGs
tidak hanya pada kegiatan operasional saja, tetapi perusahaan juga memastikan
masyarakat sekitar juga ikut dilibatkan untuk mencapai tujuan tersebut,”
pungkasnya.(rio) 

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

19 jam ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

19 jam ago

Butuh Pegawai Tangguh, BPR Indra Arta Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen

BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…

19 jam ago

Jalan Berlubang di Pangkalankerinci Dikeluhkan, Pemkab Pelalawan Diminta Bertindak

Warga dan DPRD Pelalawan mendesak pemkab segera menambal jalan berlubang di Pangkalankerinci karena dinilai rawan…

20 jam ago

Bupati Siak Turun Tangan Atasi Kendala Gaji ASN

Pencairan gaji ASN di Kabupaten Siak terkendala administrasi dampak SOTK baru. Bupati Afni memastikan proses…

20 jam ago

Sampah Masih Menumpuk di Pekanbaru, Warga Diminta Ikut Mengawasi

Tumpukan sampah masih ditemukan di Pekanbaru, terutama di Jalan Soekarno Hatta. DLHK mengajak masyarakat ikut…

20 jam ago