Categories: Nasional

Gesa Pembangunan Jalan Kampung yang Berbatasan dengan Kota Siak

(RIAUPOS.CO) — Pembangunan di Kampung Rawang Air Putih yang bersebelahan dengan Kota Siak, saatnya terus diperhatikan, sebab kampung ini masih Kecamatan Siak dan hanya sekitar 2 sampai 3 kilometer dari Kota Siak Sriindrapura.

Kampung yang berada di tepian Sungai Siak dan tidak jauh dari gedung DPRD Siak ini begitu eksotis, banyak pohon pohon buah, seperti jambu bol, jambu air, mangga, durian dan sejumlah buah tropis lainnya.

Jalan jalan di kampung ini sebagian besar semenisasi. Seperti terlihat di Jalan Datuk Setia Amanah, Kampung Rawang Air Putih ini, di batu prasasti panjang 134 meter, lebar 3, 60  meter, ketebalan 15 sentimeter dengan anggaran Rp155 juta lebih, namun saat diukur ulang oleh  Pj Penghulu Kampung Rawang Air Putih Bobi Alyamani, Kadus Dusun 1 Roni Jaya, Kaur Pembangunan Samsul Bahri, tokoh muda Marwan ternyata panjang 146,50 meter, lebar 3,64 meter dan ketebalan rata rata 16 sentimeter.

“Kami membangun proyek ini dengan melakukan sumpah terlebih dahulu kepada pekerja. Intinya tidak ada yang boleh mengurangi takaran atau apapun, sebab jalan ini untuk bersama dan kita harus amanah,” ungkap Pj Bobi.

Lebih jauh dikatakannya, dia ingin apa yang dibangunnya diharapkan akan menjadi percontohan ke depannya.

Sebab jalan ini akan digunakan masyarakat setiap harinya. Akan terlihat jelas, sesuai spesifikasi atau tidak jalan semenisasi ini, yang akan dibuktikan selanjutnya ketahanannya bersama berjalannya waktu.

Demikian juga dengan drainase, menurut Kaur Pembangunan Samsul Bahri, drainase dibangun dengan menggunakan batu bata, sesuai dengan rencana anggaran biaya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan sarjana pendamping proyek Mastupepi dan melibatkan LPM. Panjang balok singkang 10-12 sentimeter,” jelasnya.

Menurutnya di RAB tidak ada besi. Dan menggunakan bata sesuai RAB. Ditambahkannya, kalau pakai cor, dapat lebih kurang 50 meter, makanya digunakan bata karena drainase diperlukan masyarakat, makanya dibuat bata karena tidak dilalui mobil berat.

“Ini kampung kami, kami ingin siapapun yang datang ke kampung kami merasa nyaman dan damai dengan jalan semenisasinya yang terawat.

Sehingga orang akan datang dan datang lagi dan itu tentunya suatu kebanggaan bagi kami,” tambah Marwan, tokoh muda itu.(adv)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Teror Monyet Berakhir, Dokter Hewan Ungkap Dugaan Alasan Satwa Ini Menyerang Warga

Monyet penyerang 18 warga di Tembilahan akhirnya ditangkap. Dokter hewan mengungkap sejumlah dugaan penyebab satwa…

10 jam ago

Makam Remaja Korban Dugaan Perundungan Dibongkar, Polisi Cari Fakta Baru

Polda Riau membongkar makam remaja yang diduga menjadi korban perundungan. Hasil autopsi akan menjadi bukti…

1 hari ago

Mobil Ayah Sendiri Digondol Anak Kandung, Polisi Bergerak Cepat Tangkap Pelaku

Pria di Kampar ditangkap usai diduga mencuri mobil dan ponsel milik ayah kandungnya. Pelaku juga…

1 hari ago

HSBL Seri Perawang Resmi Bergulir, Siak Bidik Lahirkan Wakil Tangguh ke DBL

Riau Pos-HSBL 2026 Seri Perawang resmi dibuka di GOR Tualang. Pemkab Siak berharap kompetisi melahirkan…

1 hari ago

Teror Monyet Belum Usai, Pembelajaran Daring Diterapkan Demi Keselamatan Siswa

Teror monyet liar di Tembilahan kini mengganggu aktivitas sekolah. Siswa dipulangkan dan pembelajaran daring diterapkan…

1 hari ago

Tiga Hari Dicari, Satu Korban Kapal Tenggelam Ditemukan Tewas, Satu Masih Hilang

Tim SAR menemukan Amir meninggal dunia pada hari ketiga pencarian korban kapal tenggelam di Meranti.…

1 hari ago