Categories: Nasional

Demonstran Hongkong Makin Brutal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Hongkong bergejolak lagi pada Jumat (4/10) malam waktu setempat. Hongkongers turun ke jalan dan sempat terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.

Aksi tersebut merespons kebijakan dari pemimpin Hongkong, Carrie Lam, yang memberlakukan Undang-Undang Darurat Era Kolonial. Pemerintah melarang penggunaan masker atau topeng bagi warga Hongkong saat berada di area publik.

Laporan mengatakan bahwa larangan tersebut diberlakukan pada Sabtu (5/10) tengah malam. Bagi siapa saja yang melanggar akan dikenai denda dan hukuman penjara satu tahun.

Tentu saja aturan tersebut membuat demonstran pro-demokrasi terpojok. Selama ini mereka memang menggunakan topeng atau masker untuk menyembunyikan identitas saat melakukan unjuk rasa. Artinya, dengan diberlakukannya larangan tersebut, para pengunjuk rasa bisa dikenali dan dengan mudah aparat keamanan mendata mereka. Apabila terjadi rusuh, hal itu memudahkan aparat untuk melakukan penangkapan karena identitas bisa dilihat secara jelas.

Hanya saja, demonstran ternyata justru makin brutal. Pada Jumat (4/10) malam, Hongkongers turun ke jalan dan membuat otoritas setempat menghentikan sementara pelayanan transportasi publik. Stasiun Metro ditutup setelah ada beberapa bagian yang dibakar.

Aksi anarkis demonstran meletus setelah mendengar seorang anak berusia 14 tahun terluka akibat ditembak polisi. Insiden tertembaknya anak berusia 14 tahun terjadi di distrik utara Yuen Long. Seorang polisi melepaskan tembakan ketika dia dikepung di dalam mobilnya dan diserang oleh pengunjuk rasa. Bahkan, saat dia turun dari dalam mobil, bom molotov sempat meledak di dekat kaki polisi tersebut. Demikian seperti yang dilansir Al Jazeera.

"Sekelompok besar perusuh menyerang seorang petugas polisi berpakaian preman di distrik Yuen Long. Polisi itu jatuh ke tanah dan dipukuli oleh kelompok itu. Menghadapi ancaman serius terhadap hidupnya, dia melepaskan satu tembakan untuk membela diri," sebut pihak kepolisian dalam sebuah pernyataan.

Korban yang terkena tembakan kini dirawat bersama 31 orang lainnya yang mengalami luka-luka. Dikabarkan bahwa dua di antaranya kondisinya cukup parah. Namun, tidak disebutkan apakah itu termasuk anak berusia 14 tahun yang terkena tembakan atau bukan.

Unjuk rasa yang awalnya kondusif di sejumlah besar wilayah Hongkong berubah menjadi anarkis setelah mendengar seorang anak berusia 14 tahun tertembak. Aktivis Joshua Wong lewat akun media sosialnya menyebut "Dari MTR ke EmptyR" untuk menggambarkan lumpuhnya transportasi publik pada Jumat (4/10) malam waktu setempat.

Sementara itu, pihak MTR Corp yang mengoperasikan jaringan transportasi umum yang melayani sekitar lima juta penumpang setiap hari, mengatakan bahwa pengunjuk rasa membakar stasiun kereta dan melukai dua staf stasiun pada Jumat (4/10) malam.

"Karena kami tidak lagi dalam posisi tepat untuk menyediakan layanan yang aman untuk penumpang, perusahaan tidak punya pilihan selain menangguhkan layanan seluruh jaringannya," bunyi pengumuman pihak MTR Corp.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Bupati Rohul Bangga, Niken Persembahkan 4 Medali di ASEAN Para Games Thailand

Atlet difabel asal Rokan Hulu, Niken, sukses meraih empat medali di ASEAN Para Games 2025…

3 jam ago

Deteksi Dini Narkoba, Puluhan Anggota Satpol PP Inhu Dites Urine, Ini Hasilnya

Pemkab Inhu lakukan tes urine terhadap 29 anggota Satpol PP sebagai langkah deteksi dini narkoba…

4 jam ago

Jalan Lingkar Pasirpengaraian Rawan, Enam Pelaku Curas Berhasil Dibekuk Polisi

Enam pelaku pencurian dengan kekerasan di Jalan Lingkar Pasirpengaraian ditangkap polisi. Aksi mereka sempat meresahkan…

5 jam ago

Tersangka Kasus Ijazah, Oknum DPRD Pelalawan Jalani Pemeriksaan

Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…

17 jam ago

Gasak 54 Tandan Sawit, Dua Warga Alam Panjang Diciduk

Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…

17 jam ago

Anggaran Bergeser, Belasan Ruas Jalan Meranti Diprioritaskan 2026

DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.

17 jam ago