PRESIDEN RI IR JOKO WIDODO
JAKARTA (Riaupos.co) – Padamnya listrik di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang berlangsung lebih dari 9 jam, pada Ahad (5/8), berbuntut panjang. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun turun tangan mendatangi kantor pusat Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada pagi ini.
Kedatangan Jokowi dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung penyebab padamnya listrik yang membuat beberapa pusat bisnis, jaringan selular sampai dengan lalu lintas lumpuh. Menurut Jokowi, seharusnya PLN bisa memiliki manajemen risiko saat menghadapi masalah besar seperti itu.
“Saya datang ke PLN mau mendengar langsung peristiwa pemadaman total pada hari Minggu kemarin. Dalam sebuah manejemen besar seperti PLN, menurut saya ada tata kelola risiko dengan back up plan,” kata Jokowi di kantor pusat PLN, Jakarta Selatan, Senin (5/8).
Adapun presiden Jokowi hadir didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Mereka menemui jajaran direksi PT PLN yang telah menunggu dalam sebuah ruangan rapat yang telah dipersiapakan sebelumnya. Di situ, ada Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani.
Lebih lanjut Jokowi juga menuturkan, dengan adanya manajemen back up plan, seharusnya PLN bisa menyelesaikan pemadaman itu secara cepat. Apalagi, kejadian ini pernah terjadi sekitar 17 tahun silam di Jawa-Bali.
“Pertanyaan saya kenapa tidak bekerja dengan cepat? harusnya itu bisa jadi pelajaran agar kejadian kembali lagi. Ini tidak hanya merusak reputasi PLN, tapi sudah banyak yang dirugikan,” tukasnya.(jpg)
Editor: Edwir
Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…
Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…
Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…
Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…
Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…
APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…