pbass-ikan-predator-hidup-berkelompok-harganya
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ikan predator memiliki penggemarnya sendiri. Salah satunya peacock bass. Meskipun ganas, Pbass, nama bekennya, dapat disatukan dalam jumlah banyak, sehingga dapat menjadi pilihan mengisi akuarium.
Dahulu, ikan asli Amerika Selatan ini menjadi target memancing. Namun karena memiliki corak sangat beragam, Pbass naik daun. Harganya relatif mahal.
“Seni memelihara ikan predator itu saat melihat melahap mangsanya. Sangat agresif. Nah beberapa tahun terakhir, Pbass disenangi karena coraknya,” ujar Lutfi Nugroho, pecinta Pbass, kemarin.
Soal harga, untuk jenis paling umum, yakni monoculus dengan ukuran 10-15 sentimeter dibanderol sekitar Rp50 Ribu, ukuran 60 sentimeter Rp750 ribu-Rp1 Juta.
Jenis temensis ukuran 10-15 sentimeter sekitar Rp 300 ribu, ukuran 75 sentimeter bisa tembus Rp 10 juta, sedangkan jenis Intermedia, ukuran 10-15 sentimeter dipatok Rp600 ribu, dan jauh lebih mahal ketika berukuran 60 sentimeter.
Pbass hidup secara berkelompok, sehingga dapat dipelihara dalam jumlah banyak di satu tankyang sama. “Pbass sifatnya ikan sosial, hidupnya berkoloni. Jadi walaupun predator, bisa digabungkan dengan predator lainnya,” jelas owner Zen Zun Predator Gallery itu.
Perlengkapan apa saja yang dibutuhkan untuk bisa memelihara Pbass? Mengingat ikan ini bisa tumbuh hingga 75 sentimeter, sebaiknya sediakan tank ukuran besar.
Ketebalan kaca tank juga harus diperhatikan. Lutfi mengatakan, tank ukuran panjang 1,5 meter, lebar 50 sentimter dan tinggi 50 sentimeter disarankan menggunakan kaca setebal 10 mm. Lebih bagus memakai kaca tempered glass.
Soal pakan, untuk anakan Pbass adalah cacing beku. Ketika ukurannya bertambah besar, ganti dengan anakan nila, tombro, atau lele yang sudah dipotong-potong.
“Makanan segar yang diberikan dalam bentuk beku tidak masalah. Tapi baiknya ya diberikan pakan hidup, karena dapat membantu keaktifan Pbass mengejarnya,” ungkap Lutfi.
Tidak kalah penting memastikan kualitas air. Mulai dari tingkat keasaman, suhu air, dan sebagainya. Bagi pemula, Lutfi menyarankan membeli Pbass ukuran sedang atau bahkan yang lebih besar ketika memiliki dana cukup. Pertimbangannya, Pbass kecil rawan saat adaptasi. Mudah terserang penyakit karena perubahan suhu.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Dua tas mencurigakan di Masjid Al-Khairat Sukajadi sempat diduga bom. Polisi pastikan hanya berisi barang…
RAPP peringati Bulan K3 2026 dengan upacara keselamatan kerja, tegaskan komitmen budaya kerja aman dan…
Sampah di Rengat tak terangkut tiga hari akibat alat berat TPA rusak. DLH pastikan layanan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menggelar fun walk dalam rangka Dies Natalis ke-4 Tahun 2026 sebagai…
Sebanyak 50.681 peserta PBI JKN di Rohul yang dinonaktifkan sejak Februari 2026 mulai direaktivasi melalui…
Renovasi jembatan gantung di Tanjung Betung yang didukung Polri diharapkan memperlancar mobilitas warga dan menjadi…