Categories: Nasional

Kini Semua Orang Wajib Pakai Masker

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Sebelum pandemi virus corona masuk ke Indonesia, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto berulang kali menegaskan, yang wajib memakai masker adalah orang yang sakit. Sementara orang yang sehat, tidak perlu memakai masker. Tapi kini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) justru meminta semua orang wajib memakai masker lantaran banyak kasus Orang Tak Bergejala (OTG) Covid-19

Kepastian itu juga ditegaskan oleh Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto. Padahal sebelumnya, Yurianto juga selalu menegaskan bahwa yang wajib pakai masker adalah orang yang sakit. Namun seiring perkembangan penyebaran virus justru ditularkan oleh orang yang tak bergejala, maka Yurianto juga menegaskan aturan WHO untuk dijalankan.

"Masker untuk semua, mulai hari ini rekomendasi dari WHO semua wajib pakai masker. Masker bedah N95 hanya untuk tenaga kesehatan," tegasnya dalam konferensi pers, Ahad (5/4).

Yurianto menegaskan, masyarakat harus mulai menggunakan masker kain. Sebab penularan saat ini semakin tidak bisa terdeteksi.

"Kita enggak pernah tahu di luar orang tanpa gejala banyak sekali. Kita tak tahu mereka sumber penyebaran penyakit. Semua harus gunakan masker pada saat keluar rumah. Masker bedah N95 hanya untuk tenaga kesehatan," katanya.

Meski boleh menggunakan masker kain dan bisa dicuci, disarankan kepada masyarakat agar tak menggunakan masker lebih dari 4 jam. Setelah 4 jam, harus diganti. Lalu harus sering dicuci dengan sabun.

"Ini upaya untuk cegah penularan. Kita tak pernah tahu banyak kasus potensi tularkan ke kita. Disamping cuci tangan dengan sabun 20 detik dan tetap jaga jarak," tegasnya.

Sebelumnya, berulang kali Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto selalu menganjurkan penggunaan masker untuk yang sakit saja. Sedangkan yang sehat tak perlu memakai masker. Pernyataan itu sering diungkapkannya di berbagai pernyataan pers lantaran harga masker yang semakin tinggi dan stoknya langka di pasaran.

"Sebenarnya ini (virus corona) biasa saja. Sama seperti flu batuk pilek. Mau dibikin horor heboh atau tidak, tergantung kita bagaimana memberitakan. Semua orang mau cari masker. Padahal yang sakit itulah yang harus pakai masker. Ini wajarlah kalau harga masker jadi mahal," tuturnya saat itu.

Sumber: JawaPos.com
Editor: Erizal

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Cegah Abrasi Sungai Indragiri, Mahasiswa ITB-I Tanam 100 Pohon

Mahasiswa ITB-I bersama Forkopimda Inhu menanam 100 pohon di bantaran Sungai Indragiri sebagai upaya mencegah…

14 jam ago

Generasi Terbaru Honda Vario 125 Hadir di Pekanbaru dengan Varian Street

PT CDN meluncurkan All New Honda Vario 125 di Pekanbaru dengan desain baru dan varian…

14 jam ago

Sambut Imlek 2577, PBBI dan PKMR Gelar Baksos di Rokan Hilir

PBBI dan PKMR menggelar baksos Imlek 2577 di Rohil dengan pembagian sembako serta layanan pengobatan…

14 jam ago

Energi Mega Persada Bangga Dukung Riau Pos Fun Bike 2026

Energi Mega Persada menyatakan kebanggaannya menjadi sponsor Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk dukungan…

15 jam ago

Laporan Warga, Wawako dan Kapolresta Cek Dugaan Pesta Waria di New Paragon

Pemko dan Polresta Pekanbaru mendatangi New Paragon KTV menyusul laporan masyarakat terkait dugaan kontes waria…

15 jam ago

RS Awal Bros Sudirman Hadirkan Teknologi Neurorestorasi

RS Awal Bros Sudirman menghadirkan layanan neurorestorasi berbasis TMS sebagai harapan baru pemulihan pasien stroke…

15 jam ago